JN-Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Alimatul Qibtiyah, meraih penghargaan Promoting Women’s Empowerment and Social Inclusion Award dalam ajang Australian Alumni Awards 2025 yang digelar Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta, Kamis (20/11).
Penghargaan ini diberikan kepada tokoh alumni Australia yang dinilai berkontribusi signifikan dalam pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan. Alimatul, lulusan Western Sydney University, dikenal sebagai akademisi dan advokat kesetaraan gender.
Ia telah berkarya panjang sebagai Guru Besar Studi Gender di UIN Sunan Kalijaga dan pernah menjabat Komisioner Komnas Perempuan periode 2020–2024. Saat ini ia juga menjadi Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Baca juga: Mendikdasmen Ajak IKAPI Bangun Ekosistem Literasi yang Lebih Kuat dan Bermutu
Dalam sambutannya, Alimatul menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan bagi perjuangan banyak pihak yang mengalami ketidakadilan dan marginalisasi.
“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk diri saya sendiri, tetapi untuk ribuan orang yang mengalami ketidakadilan,” ujarnya sembari mengucapkan rasa terima kasih kepada Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang menjadi tempat berkarya dan berekspresi.
“Sukses adalah berdampak bagi sesama. Gunakan pendidikan untuk menyuarakan kemanusiaan tanpa meninggalkan siapa pun.”
Ia menambahkan bahwa pengalaman studinya di Australia membentuk cara pandangnya tentang kerja sama komunitas dan diplomasi berbasis nilai keadilan. Menurutnya, sistem sosial yang inklusif hanya bisa dibangun jika masyarakat membuka diri dan mengesampingkan ego.(IMH)









