JN-Gerbang Istana Kepresidenan terbuka lebar bagi masyarakat umum dalam acara Gelar Griya (Open House) Idulfitri 1447 H. Di balik kemegahan pilar-pilar putih Istana, terselip ribuan kisah haru dan bahagia dari warga yang datang dari berbagai penjuru tanah air demi satu tujuan: bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu momen menyentuh terjadi saat seorang ibu lansia asal asalnya Jawa Tengah meneteskan air mata usai berjabat tangan dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Ia mengaku telah mengantre sejak pukul 05.00 WIB pagi hanya untuk menyampaikan doa secara langsung kepada Presiden.
“Saya tidak menyangka bisa masuk ke sini. Bapak Presiden tadi memegang tangan saya dan bilang ‘Sehat selalu ya, Bu’. Rasanya capek mengantre langsung hilang semua,” ujarnya dengan suara bergetar karena haru.
Baca juga: Sindikat Kucing Kuwuk Medan Dibongkar, Pelaku Terancam Hukuman
Suasana di area Istana dipenuhi dengan tawa dan senyum lebar. Warga dari berbagai lapisan, mulai dari pengemudi ojek daring hingga pelajar, tampak rapi mengenakan pakaian terbaik mereka. Presiden Prabowo yang didampingi sejumlah stafnya tampak telaten menyapa satu per satu tamu yang hadir, sesekali berhenti untuk mendengarkan keluhan atau sekadar melayani permintaan foto bersama anak-anak.
Kehangatan ini menunjukkan sisi humanis kepemimpinan yang merakyat. Bagi banyak warga, kesempatan masuk ke Istana bukan sekadar soal kemewahan tempatnya, melainkan simbol bahwa pemimpin mereka dapat dijangkau dan disentuh oleh rakyat kecil.
Hingga siang hari, antrean warga masih terlihat tertib di bawah pengawalan Paspampres yang ramah. Acara ini menjadi bukti bahwa Idulfitri di Istana bukan hanya milik para pejabat dan diplomat, tetapi menjadi ruang di mana sekat-sekat protokoler luruh dalam semangat kemenangan dan persaudaraan.(Yonex)
Baca juga: Menteri PU: 1.301 Rumah Modular Sumatera Harus Rampung Sebelum Idul Fitri!







