JN-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau PPPA menekankan pentingnya integrasi layanan kesehatan yang responsif gender dan ramah anak dalam fasilitas medis modern di Indonesia. Hal ini disampaikan secara tegas saat melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau operasional Gedung ‘Gus Dur’ di Rumah Sakit Umum atau RSU Muslimat NU. Menteri PPPA menyatakan bahwa gedung baru ini harus menjadi model atau percontohan nasional bagi layanan kesehatan yang memprioritaskan keamanan serta kenyamanan bagi perempuan dan anak-anak.
Dalam arahannya Menteri PPPA mengapresiasi langkah strategis Muslimat NU yang mengabadikan nama tokoh bangsa Gus Dur sebagai simbol kemanusiaan dan inklusivitas dalam pelayanan kesehatan. Beliau menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan tidak hanya harus unggul secara medis dan teknologi tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial terhadap kelompok rentan. Gedung ini diharapkan menyediakan ruang laktasi yang layak pusat krisis terpadu bagi korban kekerasaan serta lingkungan perawatan yang tidak diskriminatif bagi pasien perempuan dari berbagai latar belakang ekonomi.
Menteri PPPA juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di lingkungan rumah sakit agar terhindar dari berbagai risiko psikologis maupun fisik selama masa perawatan. Menurutnya setiap sudut bangunan di Gedung Gus Dur harus dirancang dengan standar keamanan tinggi termasuk penyediaan area bermain yang edukatif dan sistem pengawasan yang ketat. Kemenpppa berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis bagi pengelola rumah sakit agar sertifikasi Ramah Perempuan dan Layak Anak dapat dipertahankan sebagai standar mutu pelayanan publik yang berkelanjutan.
Selain aspek fasilitas fisik Menteri PPPA mendorong adanya pelatihan bagi tenaga kesehatan mengenai etika pelayanan yang berperspektif perempuan dan perlindungan anak. Beliau menekankan bahwa empati dan perlindungan terhadap hak-hak pasien perempuan adalah kunci utama dalam mempercepat proses penyembuhan secara holistik. Kerjasama antara pemerintah organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan akses kesehatan yang berkeadilan dapat menjangkau hingga ke pelosok daerah.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas ruang perawatan intensif dan poliklinik spesialis yang ada di dalam gedung tersebut. Menteri PPPA optimis bahwa dengan semangat nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Gus Dur RSU Muslimat NU akan terus bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang membanggakan bagi bangsa. Kehadiran model layanan seperti ini diharapkan dapat menginspirasi rumah sakit lain di seluruh Indonesia untuk terus berbenah diri demi menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih peduli terhadap perempuan dan anak.(Yonex)








