JN-Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyelenggarakan prosesi penghormatan terakhir dan upacara pelepasan jenazah almarhum Prof Dr Juwono Sudarsono di Gedung Urip Sumoharjo Jakarta Pusat. Prosesi ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi luar biasa almarhum yang dikenal sebagai sosok begawan pertahanan dan tokoh sipil pertama yang dipercaya memimpin institusi pertahanan nasional di era reformasi.
Jenazah almarhum tiba di kantor Kementerian Pertahanan pada pagi hari setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka. Peti jenazah yang dibalut dengan bendera Merah Putih dibawa oleh sejumlah prajurit dari berbagai matra TNI menuju Ruang Hening untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari jajaran pimpinan dan staf kementerian. Wakil Menteri Pertahanan bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pelepasan ini mewakili Menteri Pertahanan yang dijadwalkan memimpin prosesi pemakaman di lokasi berbeda.
Dalam sambutannya Wakil Menteri Pertahanan mengenang almarhum Juwono Sudarsono sebagai pemikir strategis yang memiliki kontribusi besar dalam memodernisasi postur pertahanan Indonesia serta memperkuat diplomasi di kancah internasional. Almarhum dinilai berhasil meletakkan fondasi kuat bagi profesionalisme prajurit TNI sekaligus mendorong tegaknya supremasi sipil dalam tata kelola pertahanan negara. Kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam upacara tersebut menambah suasana khidmat dalam rangkaian penghormatan terakhir bagi sang profesor.
Setelah rangkaian doa bersama dan penghormatan militer selesai dilakukan jenazah almarhum kemudian diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta Selatan untuk prosesi pemakaman secara militer. Pihak kementerian memastikan bahwa seluruh rangkaian upacara dilakukan sesuai dengan protokol militer sebagai bentuk penghormatan negara kepada mantan pejabat tinggi yang telah memberikan dharma baktinya sepanjang hidup untuk kedaulatan bangsa.
Kepergian Juwono Sudarsono yang wafat pada usia delapan puluh empat tahun meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik dan militer di tanah air. Beliau akan selalu diingat sebagai akademisi cemerlang yang mampu menyatukan perspektif sipil dan militer demi menjaga kedaulatan serta keamanan nasional Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah. Warisan pemikiran beliau akan terus menjadi rujukan utama bagi pengembangan kebijakan pertahanan Indonesia di masa depan.(Yonex)








