PUPR Kota Tangerang

Menjemput Usia Baru Kota Tangerang, Narasi Gotong Royong dan Jejak Kedekatan Camat Larangan dengan Warga

Camat Larangan Nasrullah bersama warga dan petugas kelurahan sedang mengecat kastin jalan dan membersihkan sampah di wilayah Kreo Selatan dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang.
PEMIMPIN DI GARIS DEPAN: Camat Larangan, Nasrullah, menunjukkan konsistensinya berinteraksi dengan warga saat memimpin Aksi Nyata Jumat Bersih serentak di delapan kelurahan, Jumat (30/1/2026). Selain pembersihan sampah, aksi ini juga memfokuskan pada penataan estetika Jalan Adam Malik sebagai lokasi lomba mural menyambut HUT ke-33 Kota Tangerang. (Foto: Humas Kecamatan Larangan)
TANGERANG, Jejak News – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, aroma perubahan lingkungan mulai tercium kuat di wilayah Kecamatan Larangan. Pada Jumat (30/1/2026), gerakan “Aksi Nyata Jumat Bersih Sampah” digelar serentak di delapan kelurahan. Namun, di balik tumpukan sampah yang terangkut dan kastin jalan yang kembali memutih, ada potret kepemimpinan yang tak berjarak antara birokrasi dan masyarakat.

Camat Larangan, Nasrullah, menunjukkan bahwa jabatan bukanlah sekat untuk turun ke lapangan. Dalam aksi serentak di Kelurahan Larangan Utara hingga Kreo Selatan tersebut, Nasrullah tampak konsisten berada di barisan depan, berinteraksi langsung dengan tokoh masyarakat, kader posyandu, hingga kelompok pemuda.
Kinerjanya yang dikenal tak bosan menyapa warga di jalan-jalan lingkungan memberikan energi tambahan bagi partisipasi publik. “Kami ingin gerakan ini bukan sekadar simbolis menyambut HUT kota, tetapi menjadi rutinitas yang lahir dari kesadaran kolektif. Perubahan lingkungan yang konkret hanya bisa terjadi jika pemerintah dan warga berjalan beriringan,” ujar Nasrullah di sela kesibukannya memantau pembersihan.

Fokus aksi kali ini juga menyasar Jalan Raya Adam Malik Deplu, Kreo Selatan. Di sana, pemerintah kecamatan bersama warga bahu-membahu melakukan pengecatan ulang kastin jalan. Langkah estetika ini merupakan persiapan strategis, mengingat lokasi tersebut akan menjadi kanvas raksasa bagi puluhan seniman jalanan dalam ajang lomba mural mendatang.
Interaksi hangat Nasrullah dengan para pekerja di lapangan mencerminkan gaya kepemimpinan hands-on. Ia memastikan setiap detail persiapan, mulai dari kebersihan saluran air hingga kesiapan dinding pembatas, dikerjakan dengan semangat gotong royong yang tulus.
Sinergi Estetika dan Keberlanjutan
Bagi masyarakat Larangan, kehadiran camat yang aktif turun ke lapangan menjadi jaminan bahwa aspirasi mereka didengar. Ruang publik yang bersih, nyaman, dan estetik kini bukan lagi sekadar impian administratif, melainkan hasil dari sinergi nyata yang dipupuk melalui kehadiran fisik pimpinan di tengah-tengah warganya.
“Semangat gotong royong ini adalah modal sosial terbesar kita. Menginjak usia ke-33 Kota Tangerang, kami berharap budaya bersih dan kenyamanan ruang publik ini menjadi identitas yang melekat bagi warga Larangan,” pungkasnya.(Faisal)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu