Sulsel, Jejak News – Di balik kabut tebal yang menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, sebuah narasi besar tentang dedikasi dan kemanusiaan sedang ditulis. Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) bukan sekadar operasi teknis, melainkan pembuktian resiliensi bangsa dalam menghadapi medan ekstrem demi kehormatan setiap nyawa yang hilang.
Hingga Rabu (21/1/2026), tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi dua jenazah dari kedalaman jurang yang nyaris vertikal. Keberhasilan ini adalah buah dari keberanian para personel yang bertaruh nyawa di antara tebing terjal dan angin kencang Sulawesi Selatan. Di bawah koordinasi Basarnas, TNI, dan Polri, operasi ini menjadi cerminan dari etika kepedulian yang mendalam—sebuah pesan kuat bahwa negara hadir hingga ke titik tersulit sekalipun untuk menjemput warganya.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan keterangan resmi terkait evakuasi ini di Posko Utama, Rabu (21/1/2026):
“Hari ini, dengan segala kerendahan hati dan perjuangan tanpa batas di lapangan, kami sampaikan bahwa dua jenazah telah berhasil diangkat dari kedalaman jurang Bulusaraung. Ini adalah tugas suci untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mereka yang gugur dalam tugas. Kami menggunakan metode hoisting karena medan tidak memungkinkan untuk evakuasi darat yang cepat.”
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan komitmen personelnya:
“Dua jenazah, satu laki-laki dan satu perempuan, telah berada dalam penanganan tim DVI RS Bhayangkara. Kami tidak akan menarik mundur satu personil pun hingga seluruh saudara kita ditemukan.”
Daftar Identitas Korban Berhasil Dievakuasi (21 Januari 2026):
- Kapten Ahmad Yusuf (Laki-laki): Pilot/Kru Pesawat. Ditemukan di area kokpit yang hancur.
- Florencia (Perempuan): Pramugari Indonesia Air Transport (IAT). Ditemukan di sekitar puing bagian ekor.
Dalam Proses Pencarian (8 Orang):
Kru: FO Ridwan (Copilot), Hendra (Teknisi), Maya (Pramugari), Setyo (Kru Darat), Budi (Kru Darat).
Penumpang (KKP): Dr. Ir. Suhardi (Pejabat KKP), Anita Sari (Staf Ahli), Bambang Tri (Peneliti). (Limbong)
Baca juga: OTT Bupati Pati Sudewo dan Momentum Pembersihan Birokrasi







