PUPR Kota Tangerang

Cirebon Lumpuh! Banjir Bandang Sapu Ratusan Juta Rupiah dalam Semalam

Banjir bandang Cirebon
Banjir bandan Cirebon meluluhlantahkan infrstrutur per 24 Desember 2025
CIREBON, jejak-news.com – Wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon dilanda banjir bandang yang masif sejak Selasa malam, 23 Desember 2025. Bencana hidrometeorologi ini merendam ribuan rumah dan fasilitas umum di sedikitnya delapan kecamatan, menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, terutama di sektor perdagangan. 
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Cirebon dan daerah hulu (Kuningan) dalam durasi yang sangat lama. Kondisi ini menyebabkan sejumlah sungai vital, seperti Sungai Cipager, Sungai Soka, dan Sungai Cisanggarung, meluap drastis karena tidak mampu menampung debit air yang masif. 
Air mulai masuk ke permukiman warga sejak petang pada 23 Desember, dengan ketinggian yang bervariasi, bahkan mencapai satu meter di jalur utama Cirebon-Sumber, melumpuhkan total akses transportasi. Air kiriman dari hulu memperparah genangan di daerah hilir dan kawasan permukiman. 
Data Kerusakan dan Kerugian Materiil
Hingga data terbaru dirilis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat10.827 jiwa terdampak dari 3.923 rumah yang terendam di sembilan kecamatan. Laporan kerusakan signifikan meliputi: 
  • Sektor Perdagangan: Gudang Surya Toserba di Kecamatan Sumber jebol diterjang arus deras, mengakibatkan barang dagangan senilai ratusan juta rupiah hanyut dan berserakan di permukiman warga.
  • Fasilitas Umum: Banjir merendam Rumah Sakit Sumber Hidup, GOR Ranggajati, dan menyebabkan tembok SMPN 2 Sumber ambruk.
  • Infrastruktur Pemukiman: Di Perumahan Taman Anggrek Plumbon, belasan rumah mengalami kerusakan dan dua di antaranya dilaporkan ambruk.
  • Total Kerugian: Data total estimasi kerugian secara rupiah untuk bencana kali ini masih dalam proses penghitungan komprehensif oleh pihak terkait, namun dipastikan nilainya sangat signifikan mengingat luasnya area terdampak. 
Pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengonfirmasi bahwa tingginya curah hujan merupakan pemicu utama bencana ini, dan memprediksi potensi hujan lanjutan masih akan mengguyur wilayah Cirebon. Warga diimbau untuk terus memantau informasi perkembangan cuaca secara berkala dan menyiapkan langkah antisipasi. 
Bupati Cirebon, Imron memastikan bahwa penanganan banjir di wilayahnya terkendali dan tim di lapangan terus bekerja. Ia bersama jajaran DPR RI juga telah meninjau lokasi terdampak di Sumber, menyoroti masalah banjir kiriman dan perlunya solusi lingkungan jangka panjang.
“Kami pastikan bantuan logistik dan penanganan darurat berjalan optimal,” ujarnya, sembari mengapresiasi gerak cepat BPBD. 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, menyatakan bahwa tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) telah dikerahkan untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak.
“Meskipun air mulai surut di beberapa titik, personel kami tetap disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi banjir susulan,” tegasnya. (Farhan)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu