TANGERANG, jejak-news.com-Di tengah dinamika global yang menuntut keunggulan sumber daya manusia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) meneguhkan komitmennya sebagai episentrum pendidikan inklusif di Indonesia. Melalui manifestasi program Beasiswa Tangerang Cerdas, Kota Tangerang bukan sekadar memberikan bantuan finansial, melainkan sedang merajut jaring pengaman sosial yang memastikan setiap anak bangsa memiliki kedaulatan untuk belajar.
Sepanjang tahun 2025, catatan impresif ditorehkan dengan jangkauan manfaat yang menyentuh 30.892 peserta didik. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha, menegaskan bahwa program ini adalah instrumen strategis untuk memitigasi risiko drop-out (putus sekolah) akibat kendala ekonomi.
“Secara substansial, Beasiswa Tangerang Cerdas adalah bentuk intervensi negara terhadap hak dasar warga negara. Kami mengalokasikan bantuan bagi 20.892 siswa jenjang SD dan 10.000 siswa jenjang SMP. Ini bukan sekadar angka, melainkan investasi peradaban untuk menjamin keberlanjutan intelektual generasi muda Tangerang,” papar Langlang dalam tinjauan evaluatif pada Senin (15/12/25) lalu.
Keunggulan distingtif dari kebijakan Dindik Kota Tangerang terletak pada aspek keadilannya yang menyeluruh. Beasiswa ini memecah stigma eksklusivitas dengan menyasar seluruh spektrum pendidikan—mulai dari sekolah negeri, swasta, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas merefleksikan kedalaman visi Dindik dalam memandang pendidikan sebagai hak asasi yang bersifat universal dan nondiskriminatif.
Besaran stimulan sebesar Rp80.000 untuk SD dan Rp100.000 untuk SMP setiap bulannya dikelola dengan transparansi tinggi, memastikan bahwa bantuan operasional ini langsung menyentuh kebutuhan fundamental peserta didik dari keluarga prasejahtera.
Di bawah nakhoda kepemimpinan yang progresif, Dinas Pendidikan Kota Tangerang kini bertransformasi menjadi role model bagi otoritas pendidikan di seluruh Indonesia. Keberhasilan menjaga konsistensi penyaluran beasiswa ini membuktikan bahwa manajemen pendidikan di Kota Tangerang memiliki resiliensi dan integritas yang melampaui standar nasional.
Masyarakat kini memandang Dindik bukan hanya sebagai birokrasi administratif, melainkan sebagai mitra strategis orang tua dalam menjemput masa depan anak-anak mereka. Kepercayaan publik yang mengkristal merupakan dampak langsung dari kebijakan yang “membumi” namun memiliki dampak “langit”—menciptakan stabilitas sosial melalui literasi dan edukasi.
Beasiswa Tangerang Cerdas adalah bukti otentik bahwa Kota Tangerang sedang membangun fondasi ekonomi masa depan melalui penguatan kapasitas kognitif hari ini. Dengan meniadakan hambatan finansial, Dindik Kota Tangerang telah membuka pintu gerbang bagi lahirnya generasi emas yang kompetitif, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman. Inilah simfoni pengabdian yang memukau—ketika kebijakan publik bertemu dengan ketulusan hati untuk memuliakan kemanusiaan melalui pendidikan.( Patricia)








