TANGERANG, jejak-news.com-Di tengah deru tantangan alam yang menguji ketangguhan bangsa, Kota Tangerang kembali menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai pusat urban yang progresif, melainkan sebagai episentrum kepedulian sosial yang konkret. Pada Jumat, 19 Desember 2025, Wali Kota Tangerang secara resmi melepas Tim Satuan Tugas Bantuan Penanganan Bencana menuju wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera.
Misi ini bukan sekadar pengiriman bantuan logistik, melainkan sebuah orkestrasi kemanusiaan yang melibatkan 59 personel pilihan serta armada taktis sebanyak 12 unit kendaraan roda empat.
Operasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan Pemkot Tangerang dalam membangun ekosistem kolaborasi yang inklusif. Tim gabungan ini terdiri dari elemen strategis seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Sosial (TAGANA), dan BAZNAS, yang bahu-membahu dengan Relawan Lintas Komunitas—termasuk Yayasan Shakira Ramadan.
Ketua Yayasan Shakira Ramadan, Inong, merefleksikan semangat kolektif ini sebagai panggilan jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa di Kota Tangerang, sektor privat dan publik telah melebur dalam satu visi, “Humanity First”.
Kehadiran personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dalam misi ini menjadi indikator penting bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pelibatan dalam medan bencana yang kompleks di Sumatera berfungsi sebagai Uji Ketangkasan Lapangan, Kematangan Manajerial dan Transfer Pengetahuan. Mengasah kemampuan teknis evakuasi dan mitigasi dalam skala makro lalu, melatih koordinasi logistik dan pendampingan psikososial di bawah tekanan tinggi serta Menjadi ajang pembelajaran bagi personel untuk mengadopsi taktik penanganan bencana terbaru yang ditemui di lapangan.

Peningkatan kapasitas ini memastikan bahwa BPBD Kota Tangerang tidak hanya jago di kandang, tetapi memiliki standar kompetensi nasional yang mumpuni. Misi kemanusiaan yang berlangsung selama 14 hari (19 Desember 2025 – 2 Januari 2026) ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Transparansi dalam penyaluran bantuan tunai dan logistik yang dihimpun dari masyarakat adalah kunci.
Dengan terjun langsung ke garda terdepan, BPBD Kota Tangerang secara konsisten membangun Public Trust (Kepercayaan Publik). Masyarakat kini melihat BPBD bukan sekadar instansi pemadam api atau penjemput pohon tumbang, melainkan lembaga profesional yang memiliki integritas tinggi dan dedikasi tanpa batas.
Dalam arahannya, H. Sachrudin menekankan bahwa aksi ini adalah manifestasi dari semangat “Anak Bangsa”. Keberangkatan tim ini adalah pesan kuat bagi seluruh warga Tangerang untuk terus memupuk jiwa filantropi.
“Kehadiran kita di Sumatera adalah wajah Kota Tangerang, Tangguh, Peduli, dan Bertanggung Jawab. Kita tidak hanya mengirimkan barang, kita mengirimkan harapan.” terangnya
Melalui misi ini, Kota Tangerang membuktikan bahwa kualitas sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisiknya, tetapi dari seberapa besar detak jantung kemanusiaannya mampu dirasakan oleh mereka yang membutuhkan di ujung pulau yang berbeda.(Dwi)








