PUPR Kota Tangerang

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat jelaskan penaggulangan terkait penanggulangan bencana

JN-Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan langkah pemerintah pusat dalam menangani dampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ia menyebut ada empat strategi utama yang saat ini dijalankan Kemenkes bersama Pemda untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Ada empat strategi yang kita lakukan untuk penanganan banjir yang sekarang berdampak di Sumatera,” ujar Dante usai menghadiri peluncuran program Jakarta Siaga Stroke 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Dante mengatakan langkah pertama adalah memastikan korban yang mengalami luka, cedera, atau kondisi darurat bisa segera mendapatkan perawatan medis. Tim kesehatan diterjunkan ke titik-titik pengungsian dan daerah yang sulit diakses.

“Pertama adalah penanganan langsung terhadap korban yang mengalami luka,” ujarnya.

Baca juga: Melebihi Perkiraan Target, CKG Kementerian Ekraf Tegaskan Deteksi Dini Harus Jadi Gaya Hidup

Dia mengatakan banyak fasilitas kesehatan di daerah banjir tidak bisa beroperasi karena terendam atau rusak. Pemerintah, kata Dante, melakukan pemulihan cepat agar Puskesmas dan fasilitas esensial kembali berjalan.

“Kedua, kita lakukan revitalisasi pelayanan kesehatan yang berdampak dan tidak bisa beroperasi,” katanya.

Langkah ketiga, Kemenkes juga mengirim bantuan berupa obat-obatan, bahan habis pakai, serta alat medis untuk mengantisipasi lonjakan keluhan kesehatan di lokasi bencana.

Baca juga: Kota Sehat di Era Baru Diukur dari Panjangnya Usia Hidup dan Sehat Warganya

“Supaya bisa terkendali, bantuan logistik medis ini harus cepat,” tambahnya.

Strategi berikutnya adalah pengerahan tenaga kesehatan dari pusat ke daerah. Tim tambahan dipastikan tiba di wilayah terdampak untuk membantu fasilitas kesehatan yang kekurangan sumber daya manusia.

“Mobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah tersebut agar pelayanan lebih optimal,” jelasnya.

Di sisi lain, Dante menyebut beberapa penyakit mulai muncul di lokasi bencana, seperti gatal-gatal, demam, hingga tifus. Pihaknya kini memperkuat surveilans dan melakukan koordinasi harian dengan kepala dinas kesehatan di wilayah terdampak.

“Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal, demam, sampai tifus. Ini kita tangani dengan koordinasi setiap hari lewat vidcon. Ini nanti akan kita tangani dengan strategi kita, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat,” ujarnya.

Hingga kini, Kemenkes memantau 75 kabupaten/kota di tiga provinsi, di mana 50 wilayah di antaranya dilaporkan terdampak banjir.(IMH)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu