PUPR Kota Tangerang

Efisiensi Fiskal Bayangi Peringatan HUT ke-17 Tangsel

Hut Pemkot tangsel
Walkot Tangsel bersama Wawalkot Tangsel saat sidang Paripurna

JejakNews, Tangerang Selatan-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengimplementasikan kebijakan efisiensi fiskal yang berdampak signifikan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kota yang ke-17. Rangkaian acara seremonial dipangkas drastis, hingga mencapai 80 persen, sebagai respons terhadap arahan penghematan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi.

Total efisiensi anggaran belanja daerah Pemkot Tangsel secara keseluruhan mencapai sekitar Rp 200 hingga  220 miliar rupiah, dengan pemangkasan dana seremonial menjadi salah satu fokus utama. Hal ini menghasilkan konsep perayaan yang lebih sederhana dan fokus pada kegiatan yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat.

Wali Kota Benyamin Davnie menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan dengan memangkas pos-pos seperti perjalanan dinas, makanan/minuman rapat, alat tulis kantor (ATK), dan tentu saja, kegiatan perayaan HUT. Perayaan HUT ke-17 pun diselenggarakan secara lebih sederhana dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Jelang Nataru, Pemerintah Pastikan Mobilitas Lancar dan Pertumbuhan Ekonomi Tetap Terjaga

“Efisiensi saya lakukan sesuai dengan instruksi presiden ya. Saya mengurangi makan-minum, perjalanan dinas, termasuk kegiatan seremonial HUT kita kurangi sampai 80 persen,” ujarnya.

Benyamin menegaskan bahwa efisiensi anggaran adalah tantangan terbesar bagi para pejabat dan bertujuan untuk optimalisasi anggaran demi kepentingan masyarakat.

Kebijakan ini diinisiasi oleh internal Pemkot Tangsel di bawah kepemimpinan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dan Wakil Wali Kota, Pilar Saga Ichsan. Wali Kota Benyamin Davnie mengonfirmasi langsung pemotongan ini. Kebijakan ini juga menindaklanjuti instruksi dari Pj. Gubernur Banten saat itu, yang mendorong seluruh Pemerintah Daerah untuk berlomba mewujudkan performa anggaran yang bagus dan efisien.

Baca juga: Kejar Target Produksi 1 Juta Barel, Pemerintah Ajak Investor Garap 108 Cekungan Migas

Efisiensi anggaran ini mulai diterapkan pada periode anggaran tahun 2025, yang memengaruhi perayaan HUT Tangsel yang berlangsung pada 26 November 2025.

Peran serta partisipasi publik juga mempengaruhi adanya pemotongan belanja daebeberapa item pengeluaran anggran yang menjadi sorotan publik. Sebagai bagian dari kontrol publik, Leony mengkritik tajam alokasi anggaran Pemkot Tangsel yang dinilai janggal, menyoroti ketimpangan antara anggaran seremonial yang fantastis (misalnya Rp 60 miliar untuk makanan/minuman rapat) dengan anggaran bantuan sosial yang minim. Kritikan ini memicu dialog publik yang lebih luas mengenai transparansi APBD.

Terkini, penghematan angagaran tersebut juga digadang-gadang tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) terkait efisiensi belanja negara, penghematan di semua bidang, dan pengurangan pemborosan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan alokasi dana demi kepentingan masyarakat, dengan memprioritaskan program-program kerakyatan dan pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak, alih-alih kegiatan seremonial yang bersifat hura-hura.

Efisiensi Fiskal Bayangi Peringatan HUT ke-17 Tangsel
 Kota Tangsel  mulai beranjak dewasa bila disamakan dengan umur manusia, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperingati hari jadinya yang ke-17 pada Rabu (26/11/2025) dengan nuansa kesederhanaan, menyusul kebijakan efisiensi anggaran daerah yang memangkas drastis pos-pos seremonial.
Acara puncak dipusatkan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD, minim gemerlap acara hiburan rakyat yang biasa digelar pada tahun-tahun sebelumnya.
Rapat paripurna di Gedung DPRD Setu menjadi forum utama bagi jajaran eksekutif dan legislatif untuk merefleksikan capaian pembangunan dan merumuskan strategi ke depan di bawah tema “Bertumbuh, Berkarya, Berdigdaya”. Wali Kota Benyamin Davnie dalam sambutannya menekankan pentingnya optimalisasi anggaran untuk program prioritas kerakyatan.
Di luar gedung parlemen, peringatan ini turut diwarnai aksi unjuk rasa damai oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Tangsel, yang menyampaikan kritik dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah kota, menjadi cerminan dinamika kontrol sosial publik.
Pelaksanaan HUT ke-17 ini menjadi penanda nyata implementasi penghematan belanja daerah yang diinstruksikan oleh Pj. Gubernur Banten dan pemerintah pusat, memaksa Pemkot Tangsel mengalokasikan kembali dana yang sebelumnya untuk hura-hura menjadi belanja yang lebih substansial, Selamat Ulang Tahun Kota Tangerang Selatan yang ke 17.(Abdul Rojak)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu