JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen besar pemerintah dalam melakukan reformasi pendidikan nasional melalui integrasi teknologi dan perbaikan infrastruktur secara masif. Saat meninjau fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap pada Rabu (29/4), Kepala Negara menargetkan penyelesaian renovasi terhadap sekitar 288.000 gedung sekolah di seluruh Indonesia paling lambat pada tahun 2028.
Presiden menjelaskan bahwa peningkatan kualitas fisik sekolah harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi modern. Pemerintah tengah memprioritaskan program digitalisasi pembelajaran melalui pendistribusian Papan Interaktif Digital (PID) atau smartboard ke berbagai sekolah, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Targetnya, setiap ruang kelas di Indonesia akan dilengkapi dengan fasilitas layar digital interaktif guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih adaptif dan setara dengan standar internasional.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga pengajar di daerah terpencil. Selain infrastruktur, pemerintah juga meluncurkan “Sekolah Garuda” sebagai model sekolah unggulan berbasis STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) untuk mencetak talenta muda yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan sinergi antara perbaikan fisik dan inovasi digital, Presiden optimis kualitas sumber daya manusia Indonesia akan meningkat signifikan menuju Indonesia Emas 2045.(Yonex)





