Menakar Akuntabilitas dan Keberlanjutan Koperasi Desa Merah Putih di Pandeglang

Suasana diskusi kritis peserta pelatihan KDMP Pandeglang di Hotel Mutiara Carita.
Para pengurus KDMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang saat menyampaikan aspirasi terkait kejelasan prosedur dan keberlanjutan program dalam pelatihan yang berakhir ricuh pada Selasa (28/4/2026).
PANDEGLANG, Jejak News- Upaya penguatan kapasitas kelembagaan melalui Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Pandeglang yang berlangsung di Hotel Mutiara Carita, 27-28 April 2026, berakhir dengan dinamika yang cukup intens. Kericuhan yang sempat mewarnai penutupan kegiatan ini menjadi refleksi atas tingginya ekspektasi para pengurus desa terhadap kejelasan arah program yang menjadi pilar pemberdayaan ekonomi kerakyatan tersebut.
Diikuti oleh 163 perwakilan KDMP pada tahapan pertama dari total 339 desa/kelurahan, forum ini sejatinya dirancang sebagai ruang konsolidasi intelektual. Namun, aspirasi yang berkembang di lapangan menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam mengenai solusi konkret keberlanjutan program. Secara humanis, sikap kritis para pengurus koperasi ini bukanlah bentuk resistensi terhadap kebijakan pusat, melainkan wujud kepedulian agar marwah koperasi tetap terjaga sebagai wadah profesional bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar instrumen kepentingan kelompok tertentu.
Entis Sumantri, perwakilan Forum KDMP Pandeglang, menegaskan komitmennya terhadap visi Presiden RI dalam memperkuat ekonomi desa. Namun, ia menekankan bahwa integritas implementasi yang transparan dan akuntabel adalah harga mati. Ketakutan akan potensi politisasi dan penyalahgunaan wewenang menjadi alarm bagi otoritas terkait untuk memastikan bahwa struktur KDMP diisi oleh tenaga profesional yang berorientasi pada kemanfaatan publik. Diskursus ini kini menjadi sorotan di Google News, bersanding dengan isu pengawasan dana desa dan optimalisasi program pemberdayaan nasional.

Ketidakpuasan yang muncul dalam pelatihan ini merupakan manifestasi dari harapan besar masyarakat desa akan tata kelola pemerintahan yang bersih. Transparansi dan dialog yang inklusif menjadi kunci utama agar program Koperasi Desa Merah Putih tidak kehilangan jati dirinya sebagai motor penggerak ekonomi yang berkeadilan di tanah Pandeglang.
Pewarta : Azis Kurnia | Editor : Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu