Menko AHY Proyeksikan Sekolah Rakyat Kulon Progo Sebagai Episentrum Mobilitas Sosial

Peninjauan progres pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo oleh Menko Infrastruktur AHY.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat berdiskusi dengan tim teknis Kementerian PU mengenai langkah akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo guna memastikan operasional pada Juni 2026.
KULON PROGO – Jejak News, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa proyek Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik prasarana, melainkan sebuah instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi secara berkelanjutan. Saat meninjau progres pembangunan di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (24/4), Menko AHY menginstruksikan percepatan pembangunan agar fasilitas transformatif ini dapat beroperasi penuh pada Juni 2026.
Sekolah Rakyat Kulon Progo hadir sebagai oase pendidikan inklusif bagi keluarga prasejahtera di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan total anggaran Rp214 miliar, kawasan terintegrasi seluas 7,1 hektare ini akan memfasilitasi 1.080 peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. Konsep “pendidikan tanpa beban” menjadi nilai luhur program ini, di mana pemerintah menjamin seluruh biaya sekolah, kebutuhan pangan, asrama, hingga perlengkapan belajar, sehingga anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah memiliki kesempatan setara untuk mencetak prestasi.
Menko AHY secara intelektual memaparkan bahwa proyek ini adalah bagian dari visi besar pembangunan nasional tahap kedua yang mencakup 104 lokasi di seluruh Indonesia. Meski saat ini progres fisik berada di angka 38 persen dengan sedikit deviasi dari target awal, langkah akselerasi melalui penambahan tenaga kerja—yang saat ini berjumlah 840 orang—dan optimalisasi teknologi alat berat terus diupayakan untuk mengejar ketertinggalan tanpa mengabaikan aspek kualitas konstruksi (safety and quality first).
“Kita tidak hanya membangun gedung, kita sedang membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap. Kita ingin lulusan Sekolah Rakyat ini memiliki daya saing tinggi, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja profesional. Inilah investasi nyata untuk mencetak generasi unggul yang mandiri secara ekonomi,” ujar AHY dengan optimisme tinggi.
Lebih dari sekadar fungsi edukasi, pembangunan ini turut menciptakan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat lokal Kulon Progo. Penggunaan material lokal serta geliat usaha mikro di sekitar lokasi proyek membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur kewilayahan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan sejak masa konstruksi dimulai.
Melalui pengawasan ketat dan koordinasi lintas instansi bersama Kementerian PU serta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pemerintah menghadirkan keadilan sosial melalui jalur pendidikan berkualitas.
Dengan komitmen tanpa kompromi terhadap mutu dan waktu, Sekolah Rakyat Kulon Progo bersiap menjadi mercusuar harapan bagi anak-anak bangsa untuk melampaui batas keterbatasan menuju masa depan Indonesia yang lebih cerah.
Pewarta: Jhony Harahap| Editor: Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu