Negara-negara Arab melalui forum Liga Arab mengesahkan resolusi bersejarah yang menuntut Iran membayar ganti rugi atas kerusakan infrastruktur dan gangguan ekonomi akibat perang 40 hari. Teheran juga diminta bertanggung jawab atas pemblokadean Selat Hormuz yang mengancam stabilitas energi dunia.
MANAMA, Jejak News– Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru yang krusial. Dalam konferensi video darurat yang dipimpin oleh Bahrain, para Menteri Luar Negeri negara-negara Liga Arab secara resmi mengesahkan resolusi yang menuntut Republik Islam Iran untuk memikul “tanggung jawab internasional penuh” atas dampak destruktif dari konflik bersenjata yang berlangsung selama 40 hari terakhir, Selasa (21/4/2026).
Resolusi tersebut menegaskan bahwa Teheran wajib membayar ganti rugi menyeluruh atas kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi domestik, hingga dampak sistemik terhadap perdagangan global. Tuntutan ini mencakup serangan yang menargetkan fasilitas di wilayah kedaulatan sejumlah negara, termasuk Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait, hingga Irak.
Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al Zayani, dalam forum tersebut menggarisbawahi bahwa tindakan militer Iran tidak hanya mencederai kedaulatan negara tetangga, tetapi juga secara sengaja mengganggu urat nadi ekonomi dunia melalui penutupan Selat Hormuz dan ancaman di Selat Bab El Mandeb.
“Langkah Iran yang mengganggu navigasi internasional di Selat Hormuz telah menciptakan ketidakpastian akut pada pasokan energi, pangan, dan obat-obatan global. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum maritim internasional yang berdampak luas bagi stabilitas ekonomi dunia,” tegas Al Zayani.
Secara intelektual strategis, resolusi ini merupakan sikap kolektif pertama yang menempatkan aspek akuntabilitas finansial sebagai instrumen tekanan diplomatik terhadap Iran. Di sisi lain, situasi kian kompleks setelah Iran sebelumnya juga melayangkan tuntutan serupa kepada Arab Saudi, Qatar, UEA, Bahrain, dan Yordania, dengan tuduhan keterlibatan negara-negara tersebut dalam membantu operasi militer Amerika Serikat di kawasan.
Ketegangan ini menempatkan komunitas internasional dalam posisi waspada, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang melayani distribusi sebagian besar energi global. Resolusi Liga Arab ini diharapkan menjadi landasan bagi mekanisme hukum internasional dalam menyelesaikan sengketa pasca-konflik di wilayah tersebut.
Ketegasan Liga Arab dalam menuntut pertanggungjawaban Iran menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas kawasan dan keamanan jalur perdagangan global adalah prioritas mutlak yang tidak dapat dikompromikan oleh kepentingan konfrontasi militer.
Pewarta: Ananta Fathur | Editor: Ismail Saleh





