<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Transfer Teknologi &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/transfer-teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 17:09:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Transfer Teknologi &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perkuat Riset dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi Teken Kerja Sama dengan China Geological Survey</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/perkuat-riset-dan-mitigasi-bencana-badan-geologi-teken-kerja-sama-dengan-china-geological-survey/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 17:09:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[China Geological Survey]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Mineral Kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11611</guid>

					<description><![CDATA[JN-Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dengan China Geological Survey (CGS). Langkah hulu ini diorientasikan untuk memperkuat kapabilitas riset kebumian, memitigasi risiko bencana geologi secara presisi, serta mengoptimalkan eksplorasi potensi sumber daya mineral dan energi hijau melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Kemitraan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia secara resmi menandatangani nota kesepahaman (<i data-path-to-node="6" data-index-in-node="139">MoU</i>) kerja sama strategis dengan <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="172">China Geological Survey</i> (CGS). Langkah hulu ini diorientasikan untuk memperkuat kapabilitas riset kebumian, memitigasi risiko bencana geologi secara presisi, serta mengoptimalkan eksplorasi potensi sumber daya mineral dan energi hijau melalui pemanfaatan teknologi mutakhir.</p>
<p data-path-to-node="7">Kemitraan bilateral lintas kawasan ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam mengadopsi sekaligus mengembangkan ilmu geologi modern guna mendukung ketahanan nasional yang berkelanjutan.</p>
<p data-path-to-node="8">Ruang lingkup kerja sama taktis ini mencakup sejumlah sektor vital, di antaranya pemetaan geologi digital berskala besar, pengembangan sistem peringatan dini (<i data-path-to-node="8" data-index-in-node="159">early warning system</i>) gempa bumi dan aktivitas gunung api, hingga studi bersama mengenai potensi mineral kritis (<i data-path-to-node="8" data-index-in-node="272">critical minerals</i>) yang menjadi pilar utama transisi energi global. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengintensifkan program transfer teknologi melalui pertukaran ahli, penyelenggaraan lokakarya gabungan, serta penyediaan beasiswa riset bagi para geolog muda Indonesia.</p>
<p data-path-to-node="9">&#8220;Penandatanganan kerja sama dengan China Geological Survey ini merupakan momentum penting untuk menaikkan kelas kapabilitas teknologi kebumian kita. Sebagai negara yang berada di kawasan <i data-path-to-node="9" data-index-in-node="187">Ring of Fire</i>, Indonesia membutuhkan dukungan platform riset dan pemodelan canggih agar mampu mentransformasikan data geologi menjadi kebijakan mitigasi bencana yang tangguh serta instrumen hilirisasi industri yang akurat,&#8221; ungkap Kepala Badan Geologi, Minggu (31/5/2026).</p>
<p data-path-to-node="10">Pihak <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="6">China Geological Survey</i> menyambut baik kolaborasi ini dan berkomitmen untuk membuka akses terhadap infrastruktur laboratorium serta metodologi survei kelautan dan darat terbaru yang mereka miliki guna mendukung pemutakhiran basis data geologi Indonesia.</p>
<p data-path-to-node="11">Sinergi ini juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam menciptakan kawasan pemukiman yang aman dari ancaman bencana geologis serta memastikan tata kelola ruang wilayah yang berbasis daya dukung lingkungan.</p>
<p data-path-to-node="12">Melalui pelembagaan kerja sama internasional yang konkret ini, Badan Geologi optimistis dapat mengakselerasi penyediaan informasi kebumian yang andal bagi pemangku kebijakan, sektor industri, dan masyarakat luas. Keberhasilan alih teknologi ini diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan sains ekonomi Indonesia serta memitigasi dampak kerugian sosial-ekonomi akibat bencana alam di masa mendatang secara signifikan.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
