<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelaksanaan Asas &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/pelaksanaan-asas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Nov 2025 02:21:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Pelaksanaan Asas &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Menyetujui 4 Pengajuan Restorative Justice Tindak Pidana Narkotika</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/jaksa-agung-muda-tindak-pidana-umum-menyetujui-4-pengajuan-restorative-justice-tindak-pidana-narkotika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 11:16:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[Narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaksanaan Asas]]></category>
		<category><![CDATA[Restorative Justice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=6350</guid>

					<description><![CDATA[JejakNews, Jakarta-Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, telah menyetujui pelaksanaan rehabilitasi terhadap empat perkara penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan keadilan restoratif (Restorative Justice/RJ) baru-baru ini pada Selasa (25/11/25) Persetujuan ini diberikan setelah ekspose perkara secara virtual, dengan mempertimbangkan beberapa syarat:  Tersangka adalah pengguna akhir (end user-red) dan tidak terlibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JejakNews, Jakarta-Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, telah menyetujui pelaksanaan rehabilitasi terhadap empat perkara penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan keadilan restoratif (Restorative Justice/RJ) baru-baru ini pada Selasa (25/11/25)</p>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAMQAA" data-processed="true" data-complete="true">Persetujuan ini diberikan setelah ekspose perkara secara virtual, dengan mempertimbangkan beberapa syarat:<span class="uJ19be notranslate" data-wiz-uids="bmRdJe_j,bmRdJe_k,bmRdJe_l" data-complete="true" data-processed="true"><span class="vKEkVd" data-animation-atomic="" data-sae=""> </span></span></div>
<ul class="KsbFXc U6u95" data-complete="true" data-processed="true">
<li data-hveid="CAQQAA" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Tersangka adalah pengguna akhir (end user-red) dan tidak terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika, yang diverifikasi melalui metode <em class="eujQNb" data-complete="true">know your suspect</em>.</span></li>
<li data-hveid="CAQQAQ" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Hasil laboratorium forensik menunjukkan tersangka positif menggunakan narkotika.</span></li>
<li data-hveid="CAQQAg" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Hasil asesmen terpadu mengklasifikasikan tersangka sebagai pecandu, korban penyalahgunaan, atau penyalah guna narkotika.</span></li>
<li data-hveid="CAQQAw" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Tersangka belum pernah direhabilitasi atau baru menjalani rehabilitasi maksimal dua kali.</span></li>
<li data-hveid="CAQQBA" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Ancaman pidana di bawah 5 tahun.</span></li>
<li data-hveid="CAQQBQ" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Kerugian akibat tindak pidana tidak melebihi Rp 2.500.000 (untuk kasus tertentu).</span><span class="uJ19be notranslate" data-wiz-uids="bmRdJe_16,bmRdJe_17,bmRdJe_18" data-complete="true"><span class="vKEkVd" data-animation-atomic="" data-sae=""> <button class="rBl3me" tabindex="0" data-amic="true" data-icl-uuid="96ae1d16-d631-4d55-b3b8-ccadd1c294a4" aria-label="Lihat link terkait" data-wiz-attrbind="disabled=bmRdJe_16_C5gNJc;class=bmRdJe_16_UpSNec;" data-ved="2ahUKEwjRkaXx4JORAxW7SmwGHYkUNK4Qye0OegQIBBAG"></button></span></span></li>
</ul>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAUQAA" data-complete="true" data-processed="true">Keputusan ini didasari oleh <span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true" data-processed="true">Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021</span> tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebagai pelaksanaan asas <em class="eujQNb" data-complete="true" data-processed="true">dominus litis</em> Jaksa. Para tersangka yang permohonan RJ-nya disetujui akan menjalani proses rehabilitasi.<span class="uJ19be notranslate" data-wiz-uids="bmRdJe_1e,bmRdJe_1f,bmRdJe_1g" data-complete="true" data-processed="true"><span class="vKEkVd" data-animation-atomic="" data-sae=""> </span></span></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAYQAA" data-complete="true" data-processed="true">Kejaksaan Tinggi Maluku adalah salah satu pihak yang mengajukan dua dari empat kasus tersebut, di mana para tersangka dinilai sebagai penyalahguna tingkat rendah berdasarkan hasil pemeriksaan DAST (Drug Abuse Screening Test)</div>
<p>Adapun berkas perkara yang diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif, yaitu</p>
<ol>
<li>Tersangka <strong>Yoga Pratama, S.M. bin Anwar </strong>dari Kejaksaaan Negeri Lahat, yang disangka melanggar <em>Primair </em>Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau <em>Subsidair</em> Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</li>
<li>Tersangka <strong>Hengki Hartanto bin Karsidi (Alm) </strong>dari Kejaksaan Negeri Lahat, yang disangka melanggar <em>Parimair</em> Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau <em>Subsidair</em> Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</li>
<li>Tersangka <strong>Dandy Putra Pratama bin Darbain </strong>dari Kejaksaan Negeri Lahat, yang disangka melanggar <em>Primair</em> Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau <em>Subsidair </em>Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</li>
<li>Tersangka <strong>Wilda als Koima binti Ilham </strong>dari Kejaksaan Negeri Sambas, yang disangka melanggar Pertama Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</li>
</ol>
<p>Alasan disetujuinya permohonan rehabilitasi terhadap para Tersangka yaitu:</p>
<ul>
<li>Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, para Tersangka positif menggunakan narkotika;</li>
<li>Berdasarkan hasil penyidikan dengan menggunakan metode <em>know your suspect</em>, para Tersangka tidak terlibat jaringan peredaran gelap narkotika dan merupakan pengguna terakhir (<em>end user)</em>;</li>
<li>Para Tersangka tidak pernah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO);</li>
<li>Berdasarkan hasil asesmen terpadu, para Tersangka dikualifikasikan sebagai pecandu narkotika, korban penyalahgunaan narkotika, atau penyalah guna narkotika;</li>
<li>Para Tersangka belum pernah menjalani rehabilitasi atau telah menjalani rehabilitasi tidak lebih dari dua kali, yang didukung dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat atau lembaga yang berwenang;</li>
<li>Para Tersangka tidak berperan sebagai produsen, bandar, pengedar, dan kurir terkait jaringan narkotika.</li>
</ul>
<p>“Para Kepala Kejaksaan Negeri dimohon untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif berdasarkan Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif Sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa,” pungkas Jampidum.(IMH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
