<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OECD &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/oecd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 02:42:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>OECD &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Presiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Regulasi Penghambat demi Akselerasi Investasi Nasional</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/presiden-prabowo-instruksikan-pemangkasan-regulasi-penghambat-demi-akselerasi-investasi-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 02:42:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Kepresidenan]]></category>
		<category><![CDATA[OECD]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rosan Roeslani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=10159</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, Jejak News – Di tengah pusaran dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia, Pemerintah Indonesia terus memperkokoh daya saing nasional sebagai destinasi investasi global yang utama. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan tegas untuk melakukan akselerasi investasi dalam negeri dengan cara memastikan iklim usaha tetap kondusif, transparan, dan efisien. Menteri Investasi, Rosan Roeslani, dalam keterangannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true"><strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">JAKARTA, Jejak News</strong> – Di tengah pusaran dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia, Pemerintah Indonesia terus memperkokoh daya saing nasional sebagai destinasi investasi global yang utama. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan tegas untuk melakukan akselerasi investasi dalam negeri dengan cara memastikan iklim usaha tetap kondusif, transparan, dan efisien.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-processed="true">Menteri Investasi, Rosan Roeslani, dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (21/4/2026), mengungkapkan bahwa minat investor terhadap Indonesia tetap menunjukkan tren positif yang signifikan. Ketangguhan ekonomi nasional terbukti mampu menjaga kepercayaan pemilik modal meskipun situasi global sedang mengalami fluktuasi.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true">&#8220;Terlepas dari ketidakpastian geopolitik dunia, <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">interest</em> untuk investasi di Indonesia masih sangat tinggi. Realisasi investasi berjalan sesuai rencana, bahkan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam satu dekade terakhir,&#8221; ungkap Rosan di hadapan awak media.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIChAA" data-complete="true" data-processed="true">Untuk menjaga momentum ini, Presiden Prabowo menginstruksikan langkah radikal dalam pembenahan regulasi. Kepala Negara menekankan bahwa tidak boleh ada aturan atau Persetujuan Teknis (Pertek) yang justru menjadi penghambat masuknya modal. Pendekatan ini merupakan wujud hadirnya negara yang humanis dalam memberikan kemudahan bagi para penggerak ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIChAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICxAA" data-complete="true" data-processed="true">Secara intelektual, Presiden mendorong kebijakan investasi Indonesia untuk terus melakukan <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">benchmarking</em> terhadap praktik terbaik (<em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">best practices</em>) di tingkat regional maupun internasional. Hal ini mencakup sinkronisasi regulasi dengan standar negara-negara ASEAN serta kepatuhan terhadap standar <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">Organisation for Economic Co-operation and Development</em> (OECD).</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICxAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDBAA" data-complete="true" data-processed="true">Strategi besar ini bukan sekadar mengejar angka realisasi, melainkan upaya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan ekosistem investasi yang kompetitif, Indonesia optimis dapat mempercepat transformasi ekonomi yang berbasis pada nilai tambah tinggi dan keberlanjutan.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDBAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDRAA" data-complete="true" data-processed="true">Komitmen kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menyederhanakan birokrasi ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi pasar global bahwa Indonesia adalah mitra strategis yang aman, stabil, dan siap menyongsong era keemasan ekonomi di masa depan.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDRAA" data-complete="true" data-processed="true">Pewarta: Abdul Muis | Editor: Ismail Saleh</div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div data-subtree="aimba" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">
<div class="Jd31eb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stabilitas Terjaga, Prospek Pertumbuhan Ekonomi 2026 Semakin Menguat</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/stabilitas-terjaga-prospek-pertumbuhan-ekonomi-2026-semakin-menguat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 10:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[OECD]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=6813</guid>

					<description><![CDATA[JN-Gejolak ekonomi global yang muncul sepanjang tahun 2025, termasuk dampak resiprokal tarif, memberikan tantangan besar bagi perekonomian nasional. Meski demikian, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga melalui rangkaian kebijakan yang responsif dan kolaboratif. Pemerintah terus memastikan bahwa aktivitas usaha, konsumsi masyarakat, dan iklim investasi tetap menguat sehingga tekanan global tidak menghambat ruang gerak perekonomian domestik. Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Gejolak ekonomi global yang muncul sepanjang tahun 2025, termasuk dampak resiprokal tarif, memberikan tantangan besar bagi perekonomian nasional. Meski demikian, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga melalui rangkaian kebijakan yang responsif dan kolaboratif. Pemerintah terus memastikan bahwa aktivitas usaha, konsumsi masyarakat, dan iklim investasi tetap menguat sehingga tekanan global tidak menghambat ruang gerak perekonomian domestik.</p>
<p>Di tengah dinamika eksternal tersebut, sejumlah indikator fundamental perekonomian nasional menunjukkan tren yang tetap positif. Keyakinan konsumen meningkat dari 121,4 pada Oktober menjadi 124 pada November, sementara Indeks Penjualan Riil diperkirakan tumbuh 5,9% (yoy) pada November. Aktivitas manufaktur juga mencatatkan ekspansi kuat dengan PMI mencapai 53,3, atau tertinggi sejak Februari. Inflasi juga tetap terkendali di angka 2,72% (yoy), serta pertumbuhan kredit mencapai 7,36% (yoy).</p>
<p>“Nah belanja masyarakat tadi sudah tinggi dan IHSG juga hijau, perusahaan IPO kita tahun ini 24 dan dananya yang dikumpulkan Rp15,2 triliun dan per Desember ada 13 perusahaan yang siap di pipeline dan 7 diantaranya adalah perusahaan besar yang tentu menunjukkan optimisme kepada market dan sepertinya ada spillover ke Januari, harapannya kalau Januari positif, Januari efek akan membawa kita untuk ekonomi yang lebih baik di tahun 2026,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam Perayaan Hari Ulang Tahun Asosiasi Emiten Indonesia ke-37, Jumat (12/12).</p>
<p>Untuk tahun 2026 mendatang, kondisi upside risk diperkirakan akan lebih dominan daripada downside risk. Untuk itu, Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dapat mencapai target 5,4%. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai capaian penting dalam agenda perdagangan internasional kian mendukung prospek ekonomi ke depan. Penyelesaian kerja sama dengan Amerika Serikat yang saat ini tengah dilakukan Pemerintah menandai langkah besar dalam menuntaskan hampir seluruh agenda perdagangan pada 2025. Indonesia juga telah menuntaskan perundingan IEU-CEPA yang ditargetkan efektif pada 2027. Selain itu, proses aksesi OECD juga menunjukkan kemajuan yang kuat dan visible, dengan harapan dari berbagai negara agar Indonesia dapat bergabung sebagai anggota OECD pada 2027.</p>
<p>Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menyampaikan perkembangan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat dengan dilakukannya komunikasi secara langsung dengan Ambassador USTR Jamieson Greer. Keduanya sepakat untuk menyelesaikan kesepakatan dalam Leaders Declaration pada tanggal 22 Juli 2025 lalu. Delegasi Indonesia juga dijadwalkan kembali menuju Washington D.C dalam waktu dekat, dengan target penyelesaian pada akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Selain penguatan hubungan internasional, Pemerintah turut mendorong aktivitas ekonomi dalam negeri melalui serangkaian program stimulan akhir tahun. Menjelang periode libur akhir tahun dan Lebaran, akan diberlakukan berbagai insentif seperti diskon transportasi pada periode 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026, program belanja nasional EPIC Sale dengan target transaksi Rp56 triliun, program Harbolnas dengan target Rp34 triliun, serta program BINA dengan target Rp30 triliun. Seluruh langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat belanja masyarakat, dan menjaga momentum konsumsi masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Pemerintah terus melakukan upaya penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara cepat dan terkoordinasi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Bersamaan dengan langkah tanggap darurat, Pemerintah juga tengah menyiapkan paket kebijakan ekonomi khusus bagi para debitur KUR dan kelompok pekerja yang terdampak, melalui kebijakan restrukturisasi, percepatan pemulihan daerah bencana melalui penyaluran baru KUR tahun 2026, hingga opsi pelunasan kewajiban/baki debet bagi debitur KUR tertentu, kebijakan penghapusbukuan/penghapustagihan denda iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pemberi kerja yang mengalami bencana, serta kemudahan pelayanan klaim JHT/JKM/JKK/JP.</p>
<p>Dari total 996 ribu debitur KUR di tiga provinsi tersebut, sekitar 141 ribu debitur dengan baki debet sekitar Rp7,79 triliun (18,2%) diproyeksikan terdampak. Angka dan teknis kebijakan masih terus difinalisasi dan saat ini verfikasi menyeluruh sedang dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran. Dalam beberapa hari kedepan, Pemerintah akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi khusus untuk pemulihan bencana tersebut.</p>
<p>Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian, Kepala Departemen Pengawas Remiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama PT Keliring Penjaminan Efek Indonesia, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia.(IMH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
