<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menteri Kehutanan &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/menteri-kehutanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 11:57:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Menteri Kehutanan &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gebrakan Pasar Global: Menteri Kehutanan Dorong Produk Kehutanan Berkelanjutan Tembus Pasar Amerika Serikat</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/gebrakan-pasar-global-menteri-kehutanan-dorong-produk-kehutanan-berkelanjutan-tembus-pasar-amerika-serikat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 11:57:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Produk Kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[SVLK+]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11024</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Kehutanan (Menhut) RI menyatakan komitmennya untuk mendorong produk-produk kehutanan berkelanjutan asal Indonesia agar dapat berkembang pesat di pasar Amerika Serikat (AS). Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi hijau nasional dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan sebagai nilai jual utama di kancah internasional. Menteri Kehutanan menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menyediakan produk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Kehutanan (Menhut) RI menyatakan komitmennya untuk mendorong produk-produk kehutanan berkelanjutan asal Indonesia agar dapat berkembang pesat di pasar Amerika Serikat (AS). Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi hijau nasional dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan sebagai nilai jual utama di kancah internasional.</p>
<p data-path-to-node="7">Menteri Kehutanan menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menyediakan produk kayu dan non-kayu yang telah memenuhi standar sertifikasi internasional. Pasar Amerika Serikat dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki permintaan yang tinggi terhadap produk ramah lingkungan yang diproses melalui tata kelola hutan yang bertanggung jawab (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="356">sustainable forest management</i>).</p>
<p data-path-to-node="8">Pemerintah terus berupaya memfasilitasi para pelaku usaha kehutanan, termasuk sektor UMKM, untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas di AS. Selain itu, penguatan regulasi melalui Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) menjadi senjata utama Indonesia dalam menjamin bahwa setiap produk yang diekspor memiliki rekam jejak lingkungan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-path-to-node="9">Melalui promosi yang intensif dan peningkatan standar kualitas, produk kehutanan Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar menjadi komoditas, tetapi juga merepresentasikan komitmen bangsa dalam menjaga paru-paru dunia. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Sidang UNFF21, Menteri Kehutanan Pertegas Komitmen Indonesia Pulihkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/di-sidang-unff21-menteri-kehutanan-pertegas-komitmen-indonesia-pulihkan-12-juta-hektare-lahan-kritis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 12:06:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[FOLU Net Sink 2030]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Restorasi Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[UNFF21]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=10889</guid>

					<description><![CDATA[JN-Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan kepemimpinannya dalam isu lingkungan global. Dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang berlangsung di Markas Besar PBB, Menteri Kehutanan (Menhut) mempertegas langkah nyata Indonesia dalam melakukan restorasi ekosistem dengan target pemulihan mencapai 12 juta hektare lahan kritis. Target ambisius ini merupakan bagian dari strategi besar Indonesia’s FOLU Net [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan kepemimpinannya dalam isu lingkungan global. Dalam Sidang ke-21 <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="125">United Nations Forum on Forests</i> (UNFF21) yang berlangsung di Markas Besar PBB, Menteri Kehutanan (Menhut) mempertegas langkah nyata Indonesia dalam melakukan restorasi ekosistem dengan target pemulihan mencapai <b data-path-to-node="6" data-index-in-node="336">12 juta hektare lahan kritis</b>.</p>
<p data-path-to-node="7">Target ambisius ini merupakan bagian dari strategi besar <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="57">Indonesia’s FOLU Net Sink 2030</i>, yang menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya dapat menyerap lebih banyak emisi gas rumah kaca dibandingkan yang dilepaskan. Menhut menyampaikan bahwa pemulihan lahan ini dilakukan melalui skema Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal.</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Indonesia tidak hanya berteori tentang perubahan iklim. Kami melakukan langkah konkret di lapangan melalui restorasi lahan gambut, rehabilitasi mangrove, hingga penanaman kembali hutan yang terdegradasi. Target 12 juta hektare adalah komitmen kami untuk dunia,&#8221; ujar Menhut di hadapan delegasi mancanegara.</p>
<p data-path-to-node="9">Selain pemulihan lahan, dalam sidang tersebut Menhut juga menekankan pentingnya pendanaan berkelanjutan dan akses teknologi bagi negara-negara berkembang untuk mengelola hutan secara lestari. Indonesia juga terus mendorong penguatan penegakan hukum guna menekan angka deforestasi hingga ke level terendah dalam sejarah.</p>
<p data-path-to-node="10">Pernyataan Menhut di UNFF21 ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kunci dalam mitigasi krisis iklim global melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berbasis kesejahteraan rakyat.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misi Hijau di New York: Menteri Kehutanan Paparkan Peluang Investasi Karbon dan Multiusaha Kehutanan Indonesia</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/misi-hijau-di-new-york-menteri-kehutanan-paparkan-peluang-investasi-karbon-dan-multiusaha-kehutanan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 11:59:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[FOLU Net Sink 2030]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Karbon]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Multiusaha Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[New York Business Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=10886</guid>

					<description><![CDATA[JN-Pemerintah Indonesia semakin serius memposisikan sektor kehutanan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Dalam forum bisnis bergengsi di New York, Amerika Serikat, Menteri Kehutanan (Menhut) menegaskan kesiapan Indonesia untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya pada sektor perdagangan karbon (carbon trade) dan skema Multiusaha Kehutanan (MUK). Kehadiran Menhut di hadapan para investor global tersebut bertujuan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Pemerintah Indonesia semakin serius memposisikan sektor kehutanan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Dalam forum bisnis bergengsi di New York, Amerika Serikat, Menteri Kehutanan (Menhut) menegaskan kesiapan Indonesia untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya pada sektor perdagangan karbon (<i data-path-to-node="6" data-index-in-node="338">carbon trade</i>) dan skema Multiusaha Kehutanan (MUK).</p>
<p data-path-to-node="7">Kehadiran Menhut di hadapan para investor global tersebut bertujuan untuk memperkenalkan transformasi paradigma pengelolaan hutan di Indonesia. Jika sebelumnya hutan hanya identik dengan pengambilan kayu, kini pemerintah mendorong pemanfaatan kawasan hutan yang lebih variatif tanpa merusak ekosistem, seperti jasa lingkungan, ekowisata, hingga penyerapan karbon.</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Indonesia memiliki potensi cadangan karbon yang sangat besar, baik dari hutan tropis maupun lahan gambut. Kami telah menyiapkan kerangka regulasi yang kuat untuk memastikan investasi karbon berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,&#8221; ujar Menhut dalam paparannya.</p>
<p data-path-to-node="9">Selain investasi karbon, Menhut juga menyoroti peluang Multiusaha Kehutanan. Kebijakan ini memungkinkan pemegang perizinan berusaha untuk mengelola berbagai komoditas di dalam satu kawasan hutan, mulai dari hasil hutan bukan kayu (HHBK) hingga energi terbarukan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga fungsi konservasi hutan sebagai paru-paru dunia.</p>
<p data-path-to-node="10">Forum bisnis ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menarik modal asing guna mendukung target <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="107">Indonesia’s FOLU Net Sink 2030</i>, sekaligus memperkuat posisi tawar nasional dalam ekonomi hijau global.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Musim Kemarau, Menteri Kehutanan Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau.</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/hadapi-musim-kemarau-menteri-kehutanan-pimpin-apel-kesiapsiagaan-karhutla-2026-di-riau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 07:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Apel Siaga Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla Nasional 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kesiapsiagaan Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Manggala Agni]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Kebakaran Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=9001</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Kehutanan memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 yang dipusatkan di Provinsi Riau, Sabtu, 7 Maret 2026. Kehadiran Menhut di Bumi Lancang Kuning ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi akan lebih kering tahun ini. Dalam arahannya, Menhut menekankan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Kehutanan memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 yang dipusatkan di Provinsi Riau, Sabtu, 7 Maret 2026. Kehadiran Menhut di Bumi Lancang Kuning ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi akan lebih kering tahun ini. Dalam arahannya, Menhut menekankan pentingnya kolaborasi antara Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat peduli api dalam melakukan deteksi dini dan pemadaman mula sebelum api membesar.<span class="uJ19be notranslate" data-wiz-uids="NB4Y4d_13,NB4Y4d_14" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"><span class="vKEkVd" data-animation-atomic="" data-wiz-attrbind="class=NB4Y4d_12/TKHnVd" data-sae=""><span aria-hidden="true"> </span><button class="rBl3me" tabindex="0" data-amic="true" data-icl-uuid="7a3dd20c-c778-4c9e-919e-61ad04c42eca" aria-label="Lihat link terkait" data-wiz-attrbind="disabled=NB4Y4d_12/C5gNJc;aria-label=NB4Y4d_12/bOjMyf;class=NB4Y4d_12/UpSNec" data-ved="2ahUKEwjXv8uunI2TAxWP2TgGHae3LLcQye0OegYIAQgFEAE" data-hveid="CAEIBRAB"></button></span></span></p>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBhAA" data-complete="true" data-processed="true">Selain mengecek kesiapan fisik personel, Menhut juga meninjau kesiapan teknologi modifikasi cuaca dan ketersediaan helikopter <em class="eujQNb" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">water bombing</em> yang akan disiagakan di titik-titik rawan. Pemerintah berkomitmen memperkuat langkah preventif melalui patroli terpadu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar hutan agar tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Menhut mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla adalah kunci dalam menjaga komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon serta menghindari dampak kabut asap lintas batas yang dapat merugikan kesehatan dan ekonomi.(Yonex)</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dorong Kemandirian Pangan, Kemenhut Hijaukan Kawasan Ponpes Hidayatullah dengan Bibit Produktif</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/dorong-kemandirian-pangan-kemenhut-hijaukan-kawasan-ponpes-hidayatullah-dengan-bibit-produktif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 07:01:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[KemenLHK]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Hidayatullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Pohon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=8840</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Kehutanan (Menhut) melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Kalimantan Timur, dalam rangka aksi penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Dalam kegiatan tersebut, Menhut secara simbolis menanam pohon dan menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 bibit tanaman produktif kepada pengurus pesantren. Bibit yang diserahkan terdiri dari berbagai jenis pohon buah-buahan dan tanaman kayu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Kehutanan (Menhut) melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Kalimantan Timur, dalam rangka aksi penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Dalam kegiatan tersebut, Menhut secara simbolis menanam pohon dan menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 bibit tanaman produktif kepada pengurus pesantren.</p>
<p data-path-to-node="7">Bibit yang diserahkan terdiri dari berbagai jenis pohon buah-buahan dan tanaman kayu yang bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini bertujuan agar kawasan pesantren tidak hanya menjadi hijau dan asri, tetapi juga mampu menghasilkan komoditas yang bermanfaat bagi para santri dan warga sekitar di masa depan.</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Pesantren memiliki peran strategis dalam mengedukasi generasi muda untuk mencintai lingkungan. Dengan menanam bibit produktif ini, kita membangun ekosistem yang sehat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi lembaga pendidikan,&#8221; ujar Menteri Kehutanan di hadapan para santri dan tokoh agama.</p>
<p data-path-to-node="9">Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lainnya di Kalimantan Timur untuk aktif melakukan rehabilitasi lahan mandiri. Kemenhut berkomitmen untuk terus menyalurkan bibit gratis melalui persemaian permanen guna mendukung target hijau nasional dan mitigasi perubahan iklim di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
