<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menkomdigi Meutya Hafid &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/menkomdigi-meutya-hafid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 16:00:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Menkomdigi Meutya Hafid &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ekosistem Digital Berkarakter: Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Ekonomi Digital Indonesia Harus Tumbuh Bersama Budaya Bangsa</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/ekosistem-digital-berkarakter-menkomdigi-meutya-hafid-tegaskan-ekonomi-digital-indonesia-harus-tumbuh-bersama-budaya-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 16:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi TangerangLive]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kominfo Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bangsa Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Digital Berkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[Menkomdigi Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Siber Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Digital Makro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=12846</guid>

					<description><![CDATA[JN-Akselerasi pemantapan kedaulatan digital nasional dan penguatan instrumen transformasi teknologi di tingkat tapak terus dikawal secara ketat oleh jajaran otoritas komunikasi pusat. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, secara terbuka menegaskan bahwa lompatan besar ekonomi digital Indonesia tidak boleh tercerabut dari akar moralitas, melainkan tegap harus tumbuh selaras bersama identitas budaya dan karakter luhur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Akselerasi pemantapan kedaulatan digital nasional dan penguatan instrumen transformasi teknologi di tingkat tapak terus dikawal secara ketat oleh jajaran otoritas komunikasi pusat. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, secara terbuka menegaskan bahwa lompatan besar ekonomi digital Indonesia tidak boleh tercerabut dari akar moralitas, melainkan tegap harus tumbuh selaras bersama identitas budaya dan karakter luhur bangsa. Langkah makro penataan ruang siber ini ditempuh murni sebagai draf kompas arah taktis pemerintah guna membangun ekosistem digital yang sehat, aman, andal, berkelanjutan, dan bugar, sekaligus melindungi hak ruang digital anak-anak dari hulu hingga ke hilir.</p>
<p data-path-to-node="7">Penyusunan basis niaga elektronik yang beretika di daerah tapak ruang digital nasional ini ditujukan murni sebagai draf langkah taktis pemerintah pusat untuk membentengi masyarakat dari draf penetrasi konten negatif serta ancaman kejahatan siber secara tegap. Menkomdigi menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tegap wajib diarahkan untuk menguatkan produktivitas UMKM lokal tanpa melunturkan nilai gotong royong dan kesantunan khas nusantara. Melalui intervensi regulasi tata kelola internet yang tegap ini, penataan arsitektur siber dari wilayah penyangga pedesaan hingga pusat kendali data kota dirancang untuk menghadirkan iklim inovasi yang aman dan berwibawa bagi kelangsungan generasi masa depan.</p>
<p data-path-to-node="8">Kementerian Komunikasi dan Digital bersama jajaran kementerian/lembaga terkait menegaskan bahwa seluruh tata kelola pengawasan konten, draf penyusunan draf berkas standardisasi platform kementerian, hingga akurasi validasi keamanan data wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, bersih, transparan, dan terbuka. Manajemen transformasi digital ini dipastikan harus dikelola secara berwibawa serta higienis dari segala draf muatan judi online, pornografi, dan draf tindakan penipuan siber yang tidak jujur. Ruang aduan masyarakat dibuka secara terbuka guna mengunci draf ketertelusuran draf draf pelanggaran siber agar terekam secara akurat dan bersih.</p>
<p data-path-to-node="9">Sinergi koridor literasi digital yang harmonis antara jajaran Menkomdigi, para pelaku industri teknologi, komunitas konten kreator, dan elemen lembaga pendidikan ini optimistis mampu mewujudkan iklim ekonomi siber yang sehat. Keberhasilan membangun benteng moralitas hulu ini diproyeksikan menjadi draf jangkar penggerak utama dalam mengawal fajar kemakmuran spu kehidupan digital warga yang sehat, kuat, bugar, jujur, serta bermartabat penuh di masa depan. Melalui bimbingan tata pamong informasi yang bersih, pengawasan kepatuhan penyedia platform digital transnasional siap dikawal ketat demi menjamin ketertiban ruang siber secara tertib dan asri.</p>
<p data-path-to-node="10">&#8220;Pengembangan ekosistem digital di daerah tapak nusantara ini merupakan draf bukti sahih komitmen makro kita dalam menjaga ketahanan budaya di era modern. Kita ingin memastikan seluruh pemanfaatan ekonomi digital berjalan secara instan and bugar lewat inovasi anak bangsa yang jujur, kreatif, dan berbasis karakter moral yang kuat. Lewat koordinasi tata pamong digital yang bersih, transparan, terbuka, dan akuntabel, seluruh draf sistem pengawasan berbasis platform siber pengamanan data ini akan terus kita kawal ketat agar berjalan secara berwibawa, sehat, tertib, dan higienis,&#8221; urai Menkomdigi Meutya Hafid dalam taklimat resmi medianya, Kamis (2/7/2026).(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Keamanan Digital Anak, Menkomdigi Sahkan Permen Komunikasi Nomor 9 Tahun 2026.</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/perkuat-keamanan-digital-anak-menkomdigi-sahkan-permen-komunikasi-nomor-9-tahun-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 05:45:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Adiksi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Batas Usia Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Ruang Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Menkomdigi Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Anak Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Permen Komdigi No 9 Tahun 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Platform Berisiko Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[PP TUNAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=8979</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, resmi menerbitkan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS. Aturan ini bertujuan memperkuat perlindungan anak dari konten negatif dan adiksi digital. Mulai 28 Maret 2026, akun medsos anak di bawah 16 tahun pada platform berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, resmi menerbitkan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS. Aturan ini bertujuan memperkuat perlindungan anak dari konten negatif dan adiksi digital. Mulai 28 Maret 2026, akun medsos anak di bawah 16 tahun pada platform berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, dan Instagram akan dinonaktifkan. Kebijakan ini menegaskan peran platform dalam perlindungan anak, menjadikan Indonesia pelopor di non-Barat, dan menuntut penyesuaian sistem kepatuhan dari penyelenggara elektronik.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
