<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menkes Budi &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/menkes-budi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2026 14:42:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Menkes Budi &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ancaman Penyakit Hati Mengintai: Menkes Budi Ajak Masyarakat Rutin Deteksi Dini Melalui Skrining CKG</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/ancaman-penyakit-hati-mengintai-menkes-budi-ajak-masyarakat-rutin-deteksi-dini-melalui-skrining-ckg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 14:42:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Gunadi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes Budi]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Skrining CKG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11763</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengeluarkan imbauan penting terkait peningkatan kewaspadaan terhadap kesehatan organ hati. Mengingat ancaman penyakit hati kronis yang sering kali berkembang tanpa gejala awal, Menkes secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kesadaran preventif melalui rutinitas deteksi dini menggunakan metode CKG (Cek Kesehatan Berkala/Gula Darah/Fungsi Hati). Langkah proaktif ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengeluarkan imbauan penting terkait peningkatan kewaspadaan terhadap kesehatan organ hati. Mengingat ancaman penyakit hati kronis yang sering kali berkembang tanpa gejala awal, Menkes secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kesadaran preventif melalui rutinitas deteksi dini menggunakan metode CKG (Cek Kesehatan Berkala/Gula Darah/Fungsi Hati).</p>
<p data-path-to-node="7">Langkah proaktif ini merupakan bagian dari pilar transformasi layanan primer yang sedang masif digulirkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah berkomitmen menggeser paradigma lama dari yang semula berfokus pada pengobatan (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="225">kuratif</i>) menjadi berfokus pada pencegahan (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="268">preventif</i>). Melalui pendekatan inklusif ini, potensi kerusakan fungsi hati akibat perlemakan, hepatitis, maupun gaya hidup tidak sehat dapat diantisipasi secara instan sejak di hulu.</p>
<p data-path-to-node="8">Menkes menjelaskan bahwa penyakit hati kerap dijuluki sebagai <i data-path-to-node="8" data-index-in-node="62">silent killer</i> karena sebagian besar penderita baru menyadari kondisinya saat sudah memasuki stadium lanjut atau sirosis. Oleh karena itu, penguatan akses skrining CKG di fasilitas kesehatan tingkat tapak seperti Puskesmas dan Posyandu menjadi krusial agar masyarakat arus bawah dapat melakukan pemeriksaan secara berkala tanpa terbentang kendala biaya.</p>
<p data-path-to-node="9">&#8220;Kita ingin masyarakat Indonesia tetap produktif dan sehat. Jangan tunggu sampai jatuh sakit baru berobat ke rumah sakit. Penyakit hati bisa kita cegah dan kendalikan jika dideteksi sejak dini. Saya mengajak seluruh warga untuk rutin melakukan skrining CKG di fasilitas kesehatan terdekat demi menjaga kualitas hidup keluarga dan masa depan bangsa,&#8221; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tinjau Hilirisasi SK Plasma, Menkes Budi Dorong Lompatan Besar Kemandirian Obat Nasional</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/tinjau-hilirisasi-sk-plasma-menkes-budi-dorong-lompatan-besar-kemandirian-obat-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 14:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Gunadi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi SK Plasma]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemandirian Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes Budi]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11757</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja strategis guna meninjau langsung progres hilirisasi industri Bahan Baku Obat (BBO) berbasis Surat Keputusan (SK) Plasma. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam mendorong lompatan besar menuju kemandirian sektor farmasi dan ketahanan kesehatan nasional dari hulu hingga ke hilir. Hilirisasi industri berbasis plasma darah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja strategis guna meninjau langsung progres hilirisasi industri Bahan Baku Obat (BBO) berbasis Surat Keputusan (SK) Plasma. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam mendorong lompatan besar menuju kemandirian sektor farmasi dan ketahanan kesehatan nasional dari hulu hingga ke hilir.</p>
<p data-path-to-node="7">Hilirisasi industri berbasis plasma darah dan bahan baku domestik ini merupakan salah satu pilar krusial dalam agenda transformasi sistem kesehatan yang diusung oleh pemerintah. Melalui optimalisasi produksi obat di dalam negeri, Indonesia berkomitmen untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor produk farmasi asing yang selama ini mendominasi pasar hulu, sekaligus selaras dengan prinsip Ekonomi Pancasila dalam membangun kedaulatan ekonomi.</p>
<p data-path-to-node="8">Menkes Budi menjelaskan bahwa penguatan ekosistem hilirisasi ini memerlukan sinergi taktis antara regulator, peneliti, dan pelaku industri swasta nasional. Dengan mempercepat implementasi teknologi fraksionasi plasma, Indonesia tidak hanya mampu memproduksi obat-obatan kritis secara mandiri, tetapi juga dapat menekan biaya pengobatan secara signifikan agar lebih inklusif dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat arus bawah.</p>
<p data-path-to-node="9">&#8220;Kita harus berani melakukan lompatan besar. Hilirisasi SK Plasma ini adalah momentum emas bagi industri farmasi tanah air untuk naik kelas. Dengan menguasai teknologi dan memproduksi bahan baku obat sendiri, kita sedang membangun benteng pertahanan kesehatan yang kokoh, mandiri, dan berwibawa demi melindungi segenap bangsa Indonesia,&#8221; tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin di sela-sela peninjauannya.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
