<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuliner Nusantara &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/kuliner-nusantara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2026 11:46:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Kuliner Nusantara &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peringati Hari Migran dan Pengungsi, WNI dan Diaspora Perkenalkan Kuliner Nusantara di Angola</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/peringati-hari-migran-dan-pengungsi-wni-dan-diaspora-perkenalkan-kuliner-nusantara-di-angola/</link>
					<comments>https://www.jejak-news.com/peringati-hari-migran-dan-pengungsi-wni-dan-diaspora-perkenalkan-kuliner-nusantara-di-angola/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 11:46:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Angola]]></category>
		<category><![CDATA[Diaspora Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Migran dan Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[WNI di Luar Negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=14961</guid>

					<description><![CDATA[JEJAK-NEWS.COM-Warga Negara Indonesia (WNI) bersama komunitas diaspora Indonesia menggelar kegiatan promosi budaya dan sajian kuliner khas Nusantara di Angola. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Migran dan Pengungsi Sedunia, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar-komunitas migran internasional di negara tersebut. Dalam kegiatan tersebut, berbagai aneka hidangan tradisional khas Indonesia disajikan untuk memperkenalkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JEJAK-NEWS.COM-Warga Negara Indonesia (WNI) bersama komunitas diaspora Indonesia menggelar kegiatan promosi budaya dan sajian kuliner khas Nusantara di Angola. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Migran dan Pengungsi Sedunia, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar-komunitas migran internasional di negara tersebut.</p>
<p data-path-to-node="4">Dalam kegiatan tersebut, berbagai aneka hidangan tradisional khas Indonesia disajikan untuk memperkenalkan kekayaan warisan kebudayaan dan tradisi kuliner tanah air kepada masyarakat lokal serta para perwakilan diplomasi dari berbagai negara sahabat. Kehadiran anjungan Indonesia mendapat sambutan hangat dari para pengunjung yang antusias mencicipi cita rasa autentik rempah-rempah Nusantara.</p>
<p data-path-to-node="5">Selain diplomasi kuliner, momentum peringatan Hari Migran dan Pengungsi ini dimanfaatkan sebagai ruang interaksi positif untuk menyuarakan pentingnya pelindungan, kepedulian sosial, serta solidaritas bagi para pekerja migran dan perantau di seluruh dunia. Keterlibatan aktif diaspora Indonesia menunjukkan peran nyata warga negara dalam membangun citra positif bangsa di tingkat global.</p>
<p data-path-to-node="6">Melalui partisipasi ini, diharapkan ikatan kebudayaan dan hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Angola dapat terus terjalin erat, sekaligus memperkuat kehadiran diplomasi budaya Indonesia di kawasan Afrika bagian selatan.(Yusuf)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jejak-news.com/peringati-hari-migran-dan-pengungsi-wni-dan-diaspora-perkenalkan-kuliner-nusantara-di-angola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rendang Go Global: Kemenperin dan LPEI Kolaborasi Racik Sentra IKM Tembus Pasar Ekspor Internasional</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/rendang-go-global-kemenperin-dan-lpei-kolaborasi-racik-sentra-ikm-tembus-pasar-ekspor-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Rendang]]></category>
		<category><![CDATA[IKM Naik Kelas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Eximbank]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[LPEI]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11150</guid>

					<description><![CDATA[JN-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk mendorong komoditas kuliner khas Nusantara mendunia. Kedua lembaga ini resmi meracik program strategis guna meningkatkan kapasitas dan standardisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rendang agar mampu menembus dan bersaing di pasar ekspor global secara berkelanjutan. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk mendorong komoditas kuliner khas Nusantara mendunia. Kedua lembaga ini resmi meracik program strategis guna meningkatkan kapasitas dan standardisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rendang agar mampu menembus dan bersaing di pasar ekspor global secara berkelanjutan.</p>
<p data-path-to-node="7">Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan ekosistem ekspor dari hulu ke hilir bagi para pelaku usaha rendang di berbagai daerah sentra, salah satunya di Sumatra Barat. Kemenperin berperan dalam memberikan pembinaan teknis produksi, pemenuhan standar keamanan pangan internasional (seperti HACCP dan sertifikasi Halal), serta modernisasi teknologi kemasan (retort) agar rendang memiliki daya simpan yang lama tanpa mengubah cita rasa otentiknya.</p>
<p data-path-to-node="8">Di sisi hilir, LPEI masuk memberikan sokongan melalui program Desa Devisa serta fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Selain itu, LPEI juga memberikan pendampingan manajemen keuangan dan membukakan akses pasar (<i data-path-to-node="8" data-index-in-node="228">market-matching</i>) untuk menghubungkan para pelaku IKM rendang dengan jaringan diaspora serta mitra dagang potensial di luar negeri, seperti di kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat.</p>
<p data-path-to-node="9">Langkah taktis ini diambil mengingat potensi pasar makanan siap saji (<i data-path-to-node="9" data-index-in-node="70">ready-to-eat</i>) dunia yang terus tumbuh pasca-pandemi. Melalui sinergi antara regulasi industri dari Kemenperin dan kekuatan finansial-edukasi dari LPEI, rendang yang dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, melainkan juga menjadi komoditas ekspor andalan yang mampu mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha mikro di tanah air.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
