<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krisis Iklim &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/krisis-iklim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2026 11:45:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Krisis Iklim &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tutup Konferensi Air Internasional di Bali, Wamen LH Tegaskan Perlindungan Ekosistem Perairan Harus Dimulai dari Daratan</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/tutup-konferensi-air-internasional-di-bali-wamen-lh-tegaskan-perlindungan-ekosistem-perairan-harus-dimulai-dari-daratan/</link>
					<comments>https://www.jejak-news.com/tutup-konferensi-air-internasional-di-bali-wamen-lh-tegaskan-perlindungan-ekosistem-perairan-harus-dimulai-dari-daratan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 11:45:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Perairan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Air Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Daratan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Air]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=15993</guid>

					<description><![CDATA[JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) secara resmi menutup rangkaian Konferensi Air Internasional (International Water Conference) yang berlangsung di Bali. Dalam pidato penutupannya di hadapan delegasi lintas negara, pakar lingkungan, dan pemangku kepentingan global, Wamen LH menegaskan bahwa upaya perlindungan ekosistem perairan dunia tidak akan pernah berhasil jika hanya berfokus pada wilayah perairan itu sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) secara resmi menutup rangkaian Konferensi Air Internasional (<i data-path-to-node="3" data-index-in-node="103">International Water Conference</i>) yang berlangsung di Bali. Dalam pidato penutupannya di hadapan delegasi lintas negara, pakar lingkungan, dan pemangku kepentingan global, Wamen LH menegaskan bahwa upaya perlindungan ekosistem perairan dunia tidak akan pernah berhasil jika hanya berfokus pada wilayah perairan itu sendiri, melainkan harus dimulai secara konsisten dari wilayah daratan (<i data-path-to-node="3" data-index-in-node="488">land-to-sea approach</i>).</p>
<p data-path-to-node="4">Wamen LH memaparkan bahwa sebagian besar pencemaran, degradasi daerah aliran sungai (DAS), dan krisis kualitas air laut berakar dari aktivitas manusia di daratan, termasuk alih fungsi lahan, pencemaran limbah industri, serta pengelolaan sampah plastik yang belum optimal. Oleh karena itu, kebijakan tata ruang daratan, konservasi hutan hulu, serta pemulihan daerah tangkapan air harus menjadi prioritas utama dalam strategi mitigasi krisis air global.</p>
<p data-path-to-node="5">Dalam forum internasional tersebut, Indonesia turut membagikan pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat serta pemulihan ekosistem sungai kritis melalui Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu menyatukan komitmen pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat lokal untuk menjaga kelestarian hulu hingga hilir.</p>
<p data-path-to-node="6">Konferensi Air Internasional di Bali ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penguatan komitmen pendanaan iklim untuk adaptasi air, percepatan transformasi pengelolaan limbah perkotaan,<span class=""> serta peningkatan kerja sama riset lintas batas negara.</span> Pemerintah Indonesia berharap hasil konferensi ini dapat menjadi momentum global bagi seluruh negara untuk memperketat aksi nyata pelindungan ekosistem air demi menjamin ketersediaan air bersih dan ketahanan iklim bagi generasi masa depan.(Yusuf)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jejak-news.com/tutup-konferensi-air-internasional-di-bali-wamen-lh-tegaskan-perlindungan-ekosistem-perairan-harus-dimulai-dari-daratan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Greenpeace Panjat Patung Selamat Datang, LKGSAI : Butuh Jutaan Spanduk Untuk Uji Akal Sehat Kekuasaan</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/greenpeace-panjat-patung-selamat-datang-lkgsai-butuh-jutaan-spanduk-untuk-uji-akal-sehat-kekuasaan/</link>
					<comments>https://www.jejak-news.com/greenpeace-panjat-patung-selamat-datang-lkgsai-butuh-jutaan-spanduk-untuk-uji-akal-sehat-kekuasaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 00:38:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Armand]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Bundaran HI]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Greenpeace Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Kepentingan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[lkgsai]]></category>
		<category><![CDATA[Patung Selamat Datang]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo-Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Reynold Hutagalung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=15724</guid>

					<description><![CDATA[Greenpeace bentangkan spanduk raksasa di Bundaran HI. Direktur Eksekutif LKGSAI Armand sebut aksi ini alarm akal sehat, butuh jutaan spanduk untuk uji respons negara. JAKARTA-JEJAK-NEWS.COM-Data dan akal sehat bertemu di ketinggian 30 meter. Itulah yang terjadi di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Pukul 06.05 WIB, enam aktivis Greenpeace Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Greenpeace bentangkan spanduk raksasa di Bundaran HI. Direktur Eksekutif LKGSAI Armand sebut aksi ini alarm akal sehat, butuh jutaan spanduk untuk uji respons negara.</em></p>
<p><strong>JAKARTA-JEJAK-NEWS.COM</strong>-Data dan akal sehat bertemu di ketinggian 30 meter. Itulah yang terjadi di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).</p>
<p>Pukul 06.05 WIB, enam aktivis Greenpeace Indonesia memanjat monumen ikonik tersebut dan membentangkan dua spanduk kuning raksasa. Satu sisi yang menghadap Istana Merdeka bertuliskan fakta yang dirasakan publik: &#8220;TANGANI KRISIS IKLIM, TURUNKAN BIAYA HIDUP&#8221;.</p>
<p>Sisi lainnya adalah pertanyaan humanis: &#8220;Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?&#8221;</p>
<p>Aksi damai ini bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bersamaan dengan itu, Greenpeace merilis riset terbaru &#8220;Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah&#8221;, yang mengkorelasikan data kenaikan suhu, gagal panen, dan beban biaya hidup pekerja rentan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan resmi dari lapangan, proses evakuasi dilakukan secara humanis oleh petugas gabungan Polres Metro Jakarta Pusat, Kodim 0501 Jakarta Pusat, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP. Evakuasi selesai sekitar pukul 10.30 WIB.</p>
<p>Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, S.H., S.I.K., http://M.Si., menegaskan kepada media bahwa seluruh proses mengedepankan keselamatan jiwa para aktivis.</p>
<p>&#8220;Kami utamakan keselamatan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Data Polda Metro Jaya mencatat total 11 orang diamankan. Lima orang tim dokumentasi telah dipulangkan, sementara enam pemanjat masih menjalani pendalaman oleh Ditreskrimsus dan PPNS. Satu aktivis perempuan sempat mengalami kelelahan dan mendapatkan perawatan medis di Biddokkes Polda Metro Jaya.</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam pernyataan terpisah menyebut penyampaian pendapat adalah bagian dari hak demokratis warga yang dijamin konstitusi.</p>
<p>Menanggapi aksi berbasis data tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Global Strategis Analisis Indonesia (LKGSAI), Armand, memberikan catatan kritis dengan perspektif akal sehat yang humanis.</p>
<p>&#8220;Spanduk itu bukan kain. Spanduk itu adalah akal yang ingin diuji. Kenapa warga harus memanjat 30 meter ke langit Jakarta hanya supaya suaranya terdengar? Itu menunjukkan ada yang macet di bawah, di kanal komunikasi kebijakan,&#8221; ujar Armand kepada Jejak News, Selasa (20/10/2026).</p>
<p>Menurut Armand, aksi ini harus dibaca sebagai laboratorium demokrasi.</p>
<p>&#8220;Menurut saya, kita butuhkan jutaan spanduk dengan berbagai request di sudut kota. Bukan untuk merusak, tapi untuk menguji. Menguji apakah negara masih punya logika untuk merespons fakta di lapangan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Armand menguraikan teori bingar-bingar demokrasi sebagai indikator kesehatan publik.</p>
<p>&#8220;Kalau satu spanduk dibentang, lalu tidak ada bingar-bingar, tidak ada perdebatan kebijakan, tidak ada koreksi, itu justru sinyal. Sinyal bahwa wilayah tersebut sudah dianggap kondusif.</p>
<p>Kondusif dan nyaman buat mereka yang ada di dalam sistem, tapi tidak kondusif buat kita yang bayar harga beras naik, yang kena banjir, yang kepanasan.&#8221;</p>
<p>Ia menegaskan pentingnya konsistensi kritik warga.</p>
<p>&#8220;Karena itu teruslah menggonggong, kasih sirine. Dalam demokrasi, menggonggong itu adalah fungsi alarm warga. Kalau gonggongan kita, sirine kita tidak juga diperhatikan, maka kita patut menduga ada jarak. Jarak antara kepentingan publik dengan kenyamanan kekuasaan. Dan jarak itu dalam etika publik yang kita sebut sebagai sinyal dugaan conflict of interest antara kebutuhan warga dan kebijakan yang sedang berjalan.&#8221;</p>
<p>Armand menegaskan, pernyataan tersebut adalah kritik berbasis etika kebijakan publik dan pentingnya ruang dialektika, bukan serangan personal kepada institusi maupun individu manapun. Kritik, kata dia, adalah vitamin bagi demokrasi yang sehat.</p>
<p>Reporter: Yusrizal | Editor: Ismail Saleh</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jejak-news.com/greenpeace-panjat-patung-selamat-datang-lkgsai-butuh-jutaan-spanduk-untuk-uji-akal-sehat-kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAKI Jatim Desak Pengusutan Hukum Kasus Pembalakan Liar Sempadan Pantai Kepanjen</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/maki-jatim-desak-pengusutan-hukum-kasus-pembalakan-liar-sempadan-pantai-kepanjen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 15:17:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Heru Satriyo]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gumukmas]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[MAKI Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalakan Liar Jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11511</guid>

					<description><![CDATA[JEMBER &#8211; Jejak News— Tindakan perusakan lingkungan secara sepihak di kawasan pesisir selatan Jawa Timur memicu reaksi keras dari berbagai elemen pengawas korupsi dan pelestari lingkungan. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras aksi penebangan pohon secara liar di wilayah sempadan pantai Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"><!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIBxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"><strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">JEMBER<!--TgQPHd|[]--></strong> &#8211; <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Jejak News</em>— Tindakan perusakan lingkungan secara sepihak di kawasan pesisir selatan Jawa Timur memicu reaksi keras dari berbagai elemen pengawas korupsi dan pelestari lingkungan. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras aksi penebangan pohon secara liar di wilayah sempadan pantai Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Aksi sekelompok oknum tidak bertanggung jawab ini dinilai menantang bahaya besar, mengingat kawasan pesisir Jember secara geografis masuk dalam daftar zona merah rawan bencana alam ekstrem, termasuk ancaman gempa bumi <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">megathrust<!--TgQPHd|[]--></em> dan gelombang tsunami dahsyat.<!--TgQPHd|[]--></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIBxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap menyeret kasus perusakan ruang terbuka hijau proteksi ini ke ranah hukum. Heru mengingatkan kembali komitmen ketat menjaga kelestarian alam yang kerap digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto di berbagai lini media sosial.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Kemarahan MAKI Jatim semakin beralasan karena pohon akasia dan mangrove yang dibabat tersebut merupakan hasil jerih payah Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat, yang bibit-bibit pohonnya disuplai langsung melalui program anggaran belanja pemerintah. Alokasi materi negara yang dirusak secara sengaja ini memperkuat indikasi adanya dugaan tindak pidana korupsi dan perusakan aset negara yang terstruktur.<!--TgQPHd|[]--></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Kondisi di lapangan saat ini dilaporkan sangat pelik. Berdasarkan informasi yang dihimpun secara mendalam oleh tim investigasi, gelombang protes warga di media sosial memaksa aktivitas penebangan di sempadan pantai Desa Kepanjen tersebut dihentikan untuk sementara waktu. Lahan sempadan pantai kini tampak gundul dan meranggas, menyisakan tunggul-tunggul pohon akasia serta mangrove yang ditebang secara liar.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Meski aktivitas telah berhenti, kepastian hukum dan pertanggungjawaban para pelaku masih mengambang. Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh pihak birokrasi setempat, yakni Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, sama sekali tidak memberikan respons atau klarifikasi resmi saat dihubungi oleh awak media melalui sambungan telepon selulernya. MAKI Jatim mendesak adanya tindakan kolektif yang tegas dari aparat penegak hukum agar memberikan efek jera yang nyata bagi para perusak ekosistem.<!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"><!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="otQkpb" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Aksi perusakan sabuk hijau di pesisir Jember ini langsung mengundang perhatian publik di tingkat nasional,  Kasus ini menjadi potret nyata dari masih rapuhnya pengawasan lini bawah terhadap aset ekologi perlindungan bencana di Indonesia.<!--TgQPHd|[]--></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAICxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIDBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Sebagai negara kepulauan yang berada di lingkaran cincin api (<em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">ring of fire<!--TgQPHd|[]--></em>), Indonesia dihadapkan pada risiko bencana maritim yang permanen. Vegetasi pantai seperti mangrove dan akasia bukan sekadar penghias lanskap topografi, melainkan benteng pertahanan alami (<em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">bio-perisai<!--TgQPHd|[]--></em>) terdepan untuk meredam daya hancur hantaman gelombang tsunami dan laju abrasi air laut. Kasus di Jember ini membuka mata publik bahwa penegakan hukum lingkungan (<em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">environmental law enforcement<!--TgQPHd|[]--></em>) tidak boleh kalah oleh ego sektoral atau kepentingan ekonomi jangka pendek oknum tertentu. Mengabaikan pembalakan di zona rawan <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">megathrust<!--TgQPHd|[]--></em> sama saja dengan membiarkan masyarakat lokal hidup berdampingan dengan bom waktu bencana kemanusiaan yang siap meledak kapan saja.</div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"><!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="otQkpb" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">
<!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIDxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Penebangan pohon-pohon muda di tepi pantai Kepanjen bukan sekadar hilangnya batang-batang kayu, melainkan runtuhnya rasa aman bagi generasi masa depan di pesisir Jember. Setiap akar mangrove yang tercabut dan setiap batang akasia yang tumbang adalah hilangnya satu pelindung dari amukan samudra luas yang tak pernah bisa diprediksi. Menjaga kelestarian alam bukanlah opsi atau hobi, melainkan utang moral pertahanan hidup yang harus dibayar kepada bumi yang dipijak.<!--TgQPHd|[]--></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIDxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIEBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Riak konflik lingkungan di Jember ini merupakan cermin besar yang mengingatkan bahwa keserakahan manusia sering kali lebih cepat menghancurkan ketimbang bencana alam itu sendiri. Membiarkan para pelaku pembalakan liar melenggang tanpa sanksi hukum yang menjerakan adalah bentuk pembiaran terhadap potensi petaka kemanusiaan di masa mendatang.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIEBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIEBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Sebelum alam menuntut balas melalui gulungan ombak tsunami, perlindungan terhadap setiap jengkal benteng hijau pesisir harus diperketat. Karena ketika bencana itu tiba, penyesalan di atas puing-puing kehancuran tidak akan pernah bisa mengembalikan jiwa yang telah hilang.<!--TgQPHd|[]--></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIEBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIERAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"><strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Pewarta:<!--TgQPHd|[]--></strong> Yusrizal<br data-sfc-root="c" data-sfc-pl="|[]" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" /><strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);">Editor:<!--TgQPHd|[]--></strong> Suwarman<!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"><!--TgQPHd|[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAAIExAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nahkodai KLH, Menteri Jumhur Hidayat Tegaskan Etika Lingkungan sebagai Kompas Penyelamatan Planet</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/nahkodai-klh-menteri-jumhur-hidayat-tegaskan-etika-lingkungan-sebagai-kompas-penyelamatan-planet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 02:07:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[BPLH]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Jumhur Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[KLH]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Hijau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=10709</guid>

					<description><![CDATA[JN-Di tengah krisis iklim global yang kian mendesak, kepemimpinan baru di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) membawa visi yang melampaui sekadar regulasi teknis. Menteri Jumhur Hidayat, yang kini resmi menahkodai kementerian strategis tersebut, menyerukan pentingnya membumikan kembali Environmental Ethics (Etika Lingkungan) sebagai pilar utama dalam menjaga eksistensi bumi. Dalam pidato perdananya, Jumhur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Di tengah krisis iklim global yang kian mendesak, kepemimpinan baru di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) membawa visi yang melampaui sekadar regulasi teknis. Menteri Jumhur Hidayat, yang kini resmi menahkodai kementerian strategis tersebut, menyerukan pentingnya membumikan kembali <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="336">Environmental Ethics</i> (Etika Lingkungan) sebagai pilar utama dalam menjaga eksistensi bumi.</p>
<p data-path-to-node="7">Dalam pidato perdananya, Jumhur menekankan bahwa solusi atas degradasi lingkungan tidak hanya terletak pada inovasi teknologi atau kebijakan administratif semata, melainkan pada transformasi paradigma manusia terhadap alam. Menurutnya, etika lingkungan merupakan fondasi moral yang akan mengarahkan kebijakan pembangunan agar tetap selaras dengan daya dukung ekosistem.</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Penyelamatan bumi memerlukan pergeseran kesadaran dari eksploitatif menjadi konservatif. Etika lingkungan bukan sekadar diskursus akademik, melainkan &#8216;nyawa&#8217; bagi setiap kebijakan yang kita ambil demi keberlangsungan generasi mendatang,&#8221; tegas Jumhur.</p>
<p data-path-to-node="9">Visi humanis yang diusung Jumhur ini diprediksi akan membawa wajah baru bagi KLH/BPLH, di mana perlindungan sumber daya alam akan disinergikan dengan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai garda terdepan pelestari lingkungan. Fokus utama kepemimpinannya mencakup penguatan pengawasan terhadap polusi industri, pemulihan lahan kritis, serta pengarusutamaan ekonomi hijau yang berkeadilan.</p>
<p data-path-to-node="10">Langkah awal ini dianggap sebagai sinyal positif bagi para pegiat lingkungan di Indonesia. Integrasi antara nilai-nilai kemanusiaan (humanisme) dan tanggung jawab ekologis diharapkan mampu menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih berintegritas, di mana pertumbuhan ekonomi tidak lagi dibayar dengan kehancuran ekosistem.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
