<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemlu &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/kemlu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jan 2026 13:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Kemlu &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PPTM 2026: Indonesia Serukan ASEAN Kembali Pada Tujuan Awal</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/pptm-2026-indonesia-serukan-asean-kembali-pada-tujuan-awal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 13:18:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kemlu]]></category>
		<category><![CDATA[PPTM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=7982</guid>

					<description><![CDATA[JN-Indonesia menyerukan agar ASEAN kembali pada tujuan awal, yaitu menjaga kawasan sebagai ruang damai, bebas dari unjuk kekuatan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. “ASEAN dibentuk untuk memastikan perbedaan dikelola melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui tekanan atau konfrontasi.” Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Indonesia menyerukan agar ASEAN kembali pada tujuan awal, yaitu menjaga kawasan sebagai ruang damai, bebas dari unjuk kekuatan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. “ASEAN dibentuk untuk memastikan perbedaan dikelola melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui tekanan atau konfrontasi.” Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada (14/01) di Kementerian Luar Negeri.</p>
<div class="small-line-height">
<div>
<p>Menlu RI juga menyampaikan relevansi ASEAN yang semakin krusial untuk menjaga Asia Tenggara tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global. ASEAN merupakan jangkar stabilitas kawasan sekaligus platform utama untuk memastikan Asia Tenggara tetap menjadi ruang damai dan tidak menjadi arena unjuk kekuatan.</p>
<div class="small-line-height">
<div>
<p>Menlu Sugiono menggarisbawahi bahwa ASEAN hanya akan kuat apabila persatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga dan diperjuangkan bersama. Persatuan menjadi kunci untuk mencegah fragmentasi, sementara sentralitas memastikan ASEAN tetap memimpin arsitektur kawasan dan tidak terseret dalam rivalitas kekuatan besar. Dalam kesempatan tersebut, Menlu juga mengutip penegasan Presiden Prabowo Subianto: “<i>In the current situation of geopolitical uncertainty, the stronger ASEAN is, the more we will be heard</i>.”</p>
<div class="small-line-height">
<div>
<p>Menlu RI menyoroti dinamika ASEAN sepanjang tahun lalu, termasuk krisis di antara negara-negara ASEAN, sebagai pengingat bahwa kita tidak dapat mengabaikan perdamaian di Asia Tenggara. Perdamaian harus tetap dirawat melalui penahanan diri, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen pada penyelesaian damai atas perbedaan.</p>
<div class="small-line-height">
<div>
<p>Pada momentum 50 tahun <i>Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia</i> (TAC) tahun ini, Indonesia menyampaikan keprihatinan bahwa prinsip-prinsip TAC mengalami pelemahan pada saat kawasan membutuhkan penguatan norma dan kepatuhan terhadap aturan main. TAC merupakan fondasi perilaku antarnegara di Asia Tenggara dan penguatannya diperlukan untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan strategis.</p>
<div class="small-line-height">
<div>
<p>Indonesia mengakui bahwa di luar kawasan, logika <i>hard power</i> semakin menguat. Namun Menlu RI menegaskan bahwa di kawasan Asia Tenggara ada aturan main yang harus diikuti, termasuk prinsip non-intervensi, penyelesaian sengketa secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial, serta penguatan sentralitas ASEAN.</p>
<div class="small-line-height">
<div>
<p>Menlu RI menegaskan komitmen Indonesia untuk siap bersinergi dengan Keketuaan Filipina dalam memastikan ketersinambungan agenda dan keberlanjutan inisiatif kawasan, termasuk penyelesaian <i>Code of Conduct</i> di Laut China Selatan yang sejalan dengan UNCLOS.(IMH)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
