<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kementerian KKP &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/kementerian-kkp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2026 14:09:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Kementerian KKP &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Layanan Mutu KKP Dilengkapi Sertifikasi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan Diyakini Tumbuh Positif di 2026</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/layanan-mutu-kkp-dilengkapi-sertifikasi-iso-ekspor-komoditas-perikanan-diyakini-tumbuh-positif-di-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 14:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ISO]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian KKP]]></category>
		<category><![CDATA[QAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=7750</guid>

					<description><![CDATA[JN-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di awal tahun 2026 meraih sertifikat ISO (International Standardization Organization) untuk ruang lingkup sertifikasi mutu perikanan dan layanan laboratorium penguji mutu hasil perikanan. Sertifikasi yang baru diperoleh yakni ISO 9001:2015 yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi independen dunia QAI (Quality Assurance International). &#8220;Per 1 Januari 2026 seluruh UPT kami yang berjumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-<span data-acc-orgfontsize="18.6667">Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di awal tahun 2026 meraih sertifikat ISO (International Standardization Organization) untuk ruang lingkup sertifikasi mutu perikanan dan layanan laboratorium penguji mutu hasil perikanan.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Sertifikasi yang baru diperoleh yakni ISO 9001:2015 yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi independen dunia QAI (Quality Assurance International).</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">&#8220;Per 1 Januari 2026 seluruh UPT kami yang berjumlah 46 telah bersertifikasi ISO 9001:2015 di tiap &#8211; tiap provinsi di Indonesia dan siap melayani sertifikasi mutu untuk ekspor maupun uji mutu ikan sebagai jaminan keamanan konsumen,” terang Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (6/1).</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Ishartini mengatakan, perolehan sertifikat ISO tersebut menambah kesiapan KKP mengawal kelancaran ekspor hasil perikanan di tahun 2026. Sepanjang tahun 2025, produk perikanan Indonesia telah menjangkau 147 negara meningkat dari tahun sebelumnya di 140 negara. </span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Sedangkan dari sisi nilai, ekspor komoditas perikanan dari Januari sampai Oktober 2025 mencapai US$5,07 miliar, yang berarti naik 5,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">&#8220;Sertifikat ISO 9001:2015 yang berhasil diraih Badan Mutu KKP ini meliputi berbagai sertifikasi diantaranya penerbitan SKP (Sertifikat Kelayakan Pengolahan) sebagai prasyarat (prerequisite) mengurus sertifikasi ekspor ikan, SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan), HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan pengujian mutu produk perikanan,” tutup Ishartini.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa quality assurance yang diterapkan KKP di sepanjang rantai produksi perikanan hulu &#8211; hilir untuk memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas, aman serta memperkuat daya saing, keberterimaan dan menjadi champion di pasar global.(IMH)</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKP Siap Penuhi Permintaan Sertifikat Bebas Cesium 137 untuk Produk Perikanan Selain Udang</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/kkp-siap-penuhi-permintaan-sertifikat-bebas-cesium-137-untuk-produk-perikanan-selain-udang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 08:06:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Mutu KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Cs-137]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian KKP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=7542</guid>

					<description><![CDATA[JN-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menanggapi tren pasar global yang mulai menerapkan sertifikat bebas Cesium 137 terhadap produk perikanan selain udang asal Indonesia. KKP menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan pasar tersebut. &#8220;Kami telah menerima laporan dari pelaku usaha di Indonesia bahwa buyer mereka di luar negeri sudah mulai minta sertifikasi bebas Cs-137 untuk komoditas perikanan non-udang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-<span data-acc-orgfontsize="18.6667">Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menanggapi tren pasar global yang mulai menerapkan sertifikat bebas Cesium 137 terhadap produk perikanan selain udang asal Indonesia. KKP menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan pasar tersebut.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">&#8220;Kami telah menerima laporan dari pelaku usaha di Indonesia bahwa buyer mereka di luar negeri sudah mulai minta sertifikasi bebas Cs-137 untuk komoditas perikanan non-udang dan hal tersebut sifatnya suka rela atau voluntary market demand,&#8221; tutur Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) di Jakarta, Senin (29/12).</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Beberapa produk perikanan non &#8211; udang asal Indonesia yang dimintakan sertifikasi bebas Cs-137 oleh buyer meliputi Dried Salted Fish (Ikan Asin Kering), kerupuk udang, dan terasi udang (shrimp paste) yang diekspor oleh salah satu UPI (Unit Pengolahan Ikan-red) di Cirebon ke berbagai negara diantaranya Amerika Serikat (AS), Kanada dan Australia.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">&#8220;Sertifikasi bebas Cs-137 produk perikanan sejatinya hanya berlaku untuk komoditas udang, dan itupun khusus udang yang diekspor ke AS dari UPI di Jawa dan Lampung sesuai Import Alert #99-52, tapi kalau ada buyer di luar negeri yang mempersyaratkan bebas Cs-137 kami siap melakukannya sepanjang ada permohonan dari eksportir,&#8221; tegas Ishartini.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13">
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Dirinya juga tidak menampik adanya berbagai pertanyaan dari otoritas kompeten negara lain semisal Jepang, Uni Eropa, Malaysia, Kamboja, Filipina, Arab Saudi serta Korea Selatan terkait penerapan sertifikasi bebas Cs-137 pada produk perikanan, termasuk adanya permintaan serupa dari buyer di Puerto Rico. Adapun para pelaku usaha Indonesia berusaha memenuhi permintaan partner bisnisnya sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya menjaga kepercayaan pasar internasional.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">&#8220;Prinsipnya kami Badan Mutu KKP sesuai tusi mengawal mutu dan keamanan hasil perikanan, serta akan senantiasa mendorong kemudahan berusaha terutama ekspor. Apalagi kami telah memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dalam hal sertifikasi bebas Cs-137 baik SDM sarana prasarana maupun sinergisitas dengan instansi terkait seperti BAPETEN, BRIN serta Gegana Polri,&#8221; tutupnya.</span></p>
<p data-acc-orgfontsize="13"><span data-acc-orgfontsize="18.6667">Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa KKP selaku CE telah membuktikan kapasitas dan kompetensinya dalam menyelenggarakan sertifikasi bebas Cs-137 pada udang yang ditandai dengan ekspor perdana ke AS pada 3 November lalu.(IMH)</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
