<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Generasi Digital &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/generasi-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 12:48:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Generasi Digital &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Respon PP Tunas: Kemenag Masifkan Program Literasi Digital di Madrasah dan Pesantren</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/respon-pp-tunas-kemenag-masifkan-program-literasi-digital-di-madrasah-dan-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 12:48:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Madrasah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[PP TUNAS]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=9466</guid>

					<description><![CDATA[JN-Sejalan dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas), Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan bagi siswa madrasah dan santri di seluruh Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan program literasi digital yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan keagamaan. Kemenag memandang bahwa regulasi dari sisi platform saja tidak cukup. Para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Sejalan dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas), Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan bagi siswa madrasah dan santri di seluruh Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan program literasi digital yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan keagamaan.</p>
<p data-path-to-node="7">Kemenag memandang bahwa regulasi dari sisi platform saja tidak cukup. Para pelajar juga perlu dibekali dengan kecakapan digital (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="129">digital skills</i>) dan etika digital (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="164">digital ethics</i>) agar mampu memilah informasi, menghindari konten negatif, serta mengenali potensi perundungan siber sejak dini.</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Penerapan PP Tunas adalah momentum besar. Kami di Kemenag ingin memastikan santri dan siswa kita tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga pengguna internet yang cerdas, berakhlak, dan mampu melindungi diri sendiri di dunia maya,&#8221; ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam dalam rilis resminya.</p>
<p data-path-to-node="9">Program literasi ini juga melibatkan pelatihan bagi para guru dan pengasuh pesantren sebagai mentor digital. Dengan pendampingan yang tepat, lingkungan pendidikan keagamaan diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang kreatif yang aman, sekaligus mendukung percepatan digitalisasi nasional tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rakor Menteri: Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Penundaan Pembatasan Akses Anak ke Media Sosial Berisiko Tinggi</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/rakor-menteri-menkomdigi-meutya-hafid-tegaskan-penundaan-pembatasan-akses-anak-ke-media-sosial-berisiko-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 13:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[KOMDIGI]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Rakor Menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Digital Aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=8916</guid>

					<description><![CDATA[JN-Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memberikan peringatan keras mengenai dampak negatif penggunaan media sosial pada anak-anak. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat menteri, Menkomdigi menegaskan bahwa menunda langkah-langkah pembatasan akses anak terhadap platform digital merupakan tindakan yang berisiko tinggi bagi masa depan generasi bangsa. Menkomdigi menyoroti maraknya ancaman di dunia maya, mulai dari perundungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memberikan peringatan keras mengenai dampak negatif penggunaan media sosial pada anak-anak. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat menteri, Menkomdigi menegaskan bahwa menunda langkah-langkah pembatasan akses anak terhadap platform digital merupakan tindakan yang berisiko tinggi bagi masa depan generasi bangsa.<button class="rBl3me" tabindex="0" data-amic="true" data-icl-uuid="783e5d40-ee0e-4249-b457-c677245a3f3f" aria-label="Lihat link terkait" data-wiz-attrbind="disabled=BlpTi_u/C5gNJc;aria-label=BlpTi_u/bOjMyf;class=BlpTi_u/UpSNec" data-ved="2ahUKEwi9i67o9IiTAxW82TgGHQ9YOEAQye0OegYIAQgEEAE" data-hveid="CAEIBBAB"></button></p>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBRAA" data-complete="true" data-processed="true">Menkomdigi menyoroti maraknya ancaman di dunia maya, mulai dari perundungan siber (<em class="eujQNb" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">cyberbullying</em>), paparan konten dewasa, hingga risiko eksploitasi anak yang kian mengkhawatirkan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi berkompromi dalam menciptakan ruang digital yang aman. &#8220;Setiap hari kita menunda regulasi yang ketat, setiap hari pula anak-anak kita terpapar risiko yang bisa merusak kesehatan mental dan keselamatan mereka,&#8221; tegas Meutya Hafid.<span class="uJ19be notranslate" data-wiz-uids="BlpTi_10,BlpTi_11" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"><span class="vKEkVd" data-animation-atomic="" data-wiz-attrbind="class=BlpTi_z/TKHnVd" data-sae=""><span aria-hidden="true"> </span><button class="rBl3me" tabindex="0" data-amic="true" data-icl-uuid="ec00e509-03e9-48fe-bbcc-64caa0bb776e" aria-label="Lihat link terkait" data-wiz-attrbind="disabled=BlpTi_z/C5gNJc;aria-label=BlpTi_z/bOjMyf;class=BlpTi_z/UpSNec" data-ved="2ahUKEwi9i67o9IiTAxW82TgGHQ9YOEAQye0OegYIAQgFEAE" data-hveid="CAEIBRAB"></button></span></span></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBhAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container">Dalam Rakor tersebut, Kementerian Komdigi juga membahas rencana penguatan sistem verifikasi usia serta kolaborasi dengan penyedia platform media sosial untuk lebih proaktif memfilter konten berbahaya. Langkah tegas ini merupakan bagian dari misi pemerintah untuk memastikan transformasi digital di Indonesia berjalan selaras dengan perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak di bawah umur.(Yonex)</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
