<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Forum Lembaga Indonesia &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/forum-lembaga-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 15:16:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Forum Lembaga Indonesia &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Purna Tugas atau Purna Adili? Menakar Sisa Integritas di Balik SK Pensiun ASN Tangerang</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/purna-tugas-atau-purna-adili-menakar-sisa-integritas-di-balik-sk-pensiun-asn-tangerang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 15:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lembaga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Herman Suwarman]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Sekwan DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Tanah BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Pensiun ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal Sampah Tangsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=9785</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG, Jejak News – Di Ruang Akhlakul Karimah, Selasa (07/04/2026), kita menyaksikan sebuah ritual birokrasi yang lazim: penyerahan SK Pensiun kepada 108 ASN Pemkot Tangerang. Sekda Herman Suwarman berpidato tentang &#8220;babak baru pengabdian&#8221;. Sebuah kalimat yang terdengar manis, namun di mata publik yang kritis, kalimat itu menyimpan paradoks yang menyesakkan. Apakah pensiun adalah tanda berakhirnya tugas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIAxAA" data-complete="true" data-processed="true"><strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">TANGERANG, Jejak News</strong> – Di Ruang Akhlakul Karimah, Selasa (07/04/2026), kita menyaksikan sebuah ritual birokrasi yang lazim: penyerahan SK Pensiun kepada 108 ASN Pemkot Tangerang. Sekda Herman Suwarman berpidato tentang &#8220;babak baru pengabdian&#8221;. Sebuah kalimat yang terdengar manis, namun di mata publik yang kritis, kalimat itu menyimpan paradoks yang menyesakkan.</div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBBAA" data-complete="true" data-processed="true">Apakah pensiun adalah tanda berakhirnya tugas, atau justru dimulainya masa penghakiman atas apa yang ditanam selama berkuasa?</div>
<div class="otQkpb" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-sae=""></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBRAA" data-complete="true" data-processed="true">Ketua FLI (Forum Lembaga Indonesia), Armand, melemparkan kritik yang menusuk ke jantung birokrasi. Ia mengingatkan bahwa pensiun bukan &#8220;pintu pelarian&#8221; atau tempat persembunyian. Akuntabilitas tidak mengenal masa kedaluwarsa.</div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBhAA" data-complete="true" data-processed="true">Publik belum lupa bagaimana &#8220;jejak kaki&#8221; birokrasi di Tangerang Raya seringkali meninggalkan noda. Kita bicara tentang pengembalian uang kas daerah akibat kunjungan kerja (kunker) yang manipulatif, atau hebohnya jajaran Sekwan DPRD Kota Tangerang yang harus memulangkan dana karena temuan kerugian negara. Bahkan, memori publik masih segar tentang pemeriksaan jajaran perizinan akibat <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">mark-up</em> biaya di luar retribusi resmi—ironisnya, dilakukan saat oknum tersebut sedang menghitung hari menuju masa pensiun.</div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="otQkpb" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="">Daftar &#8220;Dosa&#8221; yang Tak Ikut Pensiun</div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true">Narasi &#8220;pengabdian&#8221; yang didengungkan Sekda kontras dengan realitas hukum yang menjerat para pendahulu:</div>
<ol class="IaGLZe VimKh" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">
<li class="dF3vjf" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true">Skandal Sampah Tangsel (Januari 2026): Mantan Kepala DLH dituntut 12 tahun penjara atas kerugian Rp75,9 miliar. Ini bukan sekadar angka; ini adalah pengkhianatan terhadap ekologi yang dilakukan oleh mereka yang seharusnya menjaga kota.</span></li>
<li class="dF3vjf" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAB" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true">Mafia Tanah BPN (Januari 2025): Delapan pejabat yang sebagian besar sudah purna tugas justru divonis berat karena menerbitkan sertifikat di atas laut (Pagar Laut). Sebuah kegilaan birokrasi: menjual ruang yang secara kodrati milik publik.</span></li>
<li class="dF3vjf" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAC" data-complete="true" data-sae=""><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true">Kasus Perkim &amp; Disperindag: Dugaan mutasi jabatan untuk menghindari pengusutan korupsi Rp1,8 miliar dan vonis penyalahgunaan wewenang menunjukkan bahwa virus korupsi seringkali bersarang di balik meja-meja pelayanan publik.</span></li>
</ol>
<div class="otQkpb" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-sae=""></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true">Situasi di Tangerang ini sejalan dengan tren nasional yang menghiasi <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">Catatan </em> hari ini. Mulai dari pemulihan aset korupsi PT Taspen sebesar Rp883 miliar oleh KPK yang menyangkut nasib jutaan pensiunan, hingga pengusutan kekayaan tak wajar para mantan pejabat kementerian melalui LHKPN. Ini membuktikan bahwa di Indonesia, pensiun hanyalah perpindahan status dari &#8220;pengambil kebijakan&#8221; menjadi &#8220;subjek pemeriksaan&#8221;.</div>
<div class="otQkpb" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" data-sae=""></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIChAA" data-complete="true" data-processed="true">Pensiun seharusnya menjadi <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">legacy</em> (warisan), bukan <em class="eujQNb" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">liability</em> (beban). Pidato Sekda Herman hanya akan bermakna jika selama puluhan tahun mengabdi, tangan para ASN ini tetap bersih.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIChAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICxAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container">Publik tidak butuh seremoni yang mengharukan jika di baliknya tersimpan bom waktu berupa tanda tangan fiktif. Kita menunggu, dari 108 ASN yang tersenyum hari ini, berapa banyak yang benar-benar bisa tidur nyenyak tanpa takut diketuk pintu rumahnya oleh jaksa? Sebab pada akhirnya, pengabdian sesungguhnya bukan dibuktikan dengan kertas SK, melainkan dengan ketenangan batin saat melepas jabatan.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICxAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container"></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICxAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container">Penulis Redaksi|Editor: Armand</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TRAGEDI PERIUK, MONUMEN KEGAGALAN KEBIJAKAN DAN PAMERAN KEMANUSIAAN YANG PALSU</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/tragedi-periuk-monumen-kegagalan-kebijakan-dan-pameran-kemanusiaan-yang-palsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 04:47:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Armand FLI]]></category>
		<category><![CDATA[audit kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Banir Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[etika publik]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lembaga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[krisis lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[periuk damai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=9082</guid>

					<description><![CDATA[KOTA TANGERANG, Jejak News – Di tengah gegap gempita narasi &#8220;Indonesia Emas&#8221;, genangan air di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, hari ini (Rabu, 11/03/2026) hadir sebagai monumen kegagalan peradaban kebijakan kita. Ketua Umum Forum Lembaga Indonesia (FLI), Armand, menegaskan bahwa air setinggi 3,5 meter yang merendam ribuan rumah bukan sekadar fenomena alam atau anomali hidrologi, melainkan bukti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBRAA" data-complete="true" data-processed="true"><strong class="Yjhzub" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">KOTA TANGERANG, Jejak News</strong> – Di tengah gegap gempita narasi &#8220;Indonesia Emas&#8221;, genangan air di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, hari ini (Rabu, 11/03/2026) hadir sebagai monumen kegagalan peradaban kebijakan kita. Ketua Umum Forum Lembaga Indonesia (FLI), Armand, menegaskan bahwa air setinggi 3,5 meter yang merendam ribuan rumah bukan sekadar fenomena alam atau anomali hidrologi, melainkan bukti visual dari sebuah kejahatan ekologis yang dipelihara oleh kekuasaan yang tuna-etika.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBhAA" data-complete="true" data-processed="true">&#8220;Ribuan warga yang kini berdesakan di pengungsian dengan ancaman penyakit bukanlah korban takdir. Mereka adalah korban dari kegagalan mitigasi yang kronis. Pemerintah terus-menerus mengoperasikan pompa sebagai solusi teknokratis yang dangkal, sementara mereka gagal menyentuh akar masalah,yakni  manipulasi ruang dan izin pembangunan yang ugal-ugalan,&#8221; tegas Armand dalam keterangan resminya.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true">
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-9088" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-300x125.png" alt="" width="747" height="311" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-300x125.png 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-1024x426.png 1024w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-768x320.png 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-1536x639.png 1536w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image.png 1366w" sizes="(max-width: 747px) 100vw, 747px" /></p>
<p><em>Ratusan warga Periuk Damai Kehilangan sementara rumah tinggal mereka, impian harapan jelang hari raya tak lagi dirasakan</em><br data-sfc-pl="|[]" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" />FLI mendesak dilakukannya audit kebijakan secara total terhadap para pengembang di wilayah Periuk. Armand mempertanyakan mengapa izin perumahan tetap diberikan di atas lahan yang secara alami merupakan &#8220;rahim air&#8221; tanpa kompensasi ekologis yang setara. Menurutnya, kejahatan ekologis berakar pada kebijakan yang manipulatif, di mana izin diterbitkan di bawah meja dengan mengabaikan hak-hak alam. Membiarkan rakyat tenggelam dalam rumah mereka sendiri adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap kontrak sosial antara negara dan warga.</p>
</div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-processed="true">Armand juga menyoroti fenomena pejabat yang turun ke lapangan hanya untuk melakukan &#8220;pameran kemanusiaan yang palsu&#8221; demi konten kamera. &#8220;Sangat menjijikkan melihat aksi teatrikal memanggul bantuan jika tidak dibarengi dengan keberanian untuk mundur dari jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban etis. Pejabat yang gagal mengantisipasi bencana tahunan ini seharusnya memiliki rasa malu intelektual,&#8221; tambahnya.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-processed="true">
<figure id="attachment_9089" aria-describedby="caption-attachment-9089" style="width: 613px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-9089" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-300x225.jpeg" alt="" width="613" height="460" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-300x225.jpeg 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53.jpeg 1024w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-768x576.jpeg 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-1536x1152.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 613px) 100vw, 613px" /><figcaption id="caption-attachment-9089" class="wp-caption-text">Pintu masuk periuk Damai kini menjadi pembatas dataran kering dan basah</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 16px;">FLI secara resmi mendesak sejumlah pejabat terkait di tingkat Kota maupun Kabupaten maupun  Provinsi hingga kementerian untuk segera meletakkan jabatan. Banjir Periuk adalah bukti bahwa pemerintah tidak memahami etika publik dalam mengantisipasi bencana. Mereka hanya sibuk menangani akibat, namun takut menghadapi sebab, karena sebabnya adalah kebijakan mereka sendiri yang korup secara ekologis.</span></p>
</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true">&#8220;Hujan itu kiriman Tuhan, tapi banjir itu kiriman kebijakan yang dungu. Jangan pamer kemanusiaan jika akal sehat Anda masih tergenang kepentingan korporasi. Berhentilah memompa air, mulailah memompa logika kebijakan Anda yang bocor&#8221;,Tutupnya(Ryan Mihardja/ARM)</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIEBAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container"></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
