<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bulog &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/bulog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 02:42:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Bulog &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sokong Kemandirian Pangan Presiden Prabowo, Mensesneg Ungkap Cadangan Beras Nasional Sukses Tembus 5,3 Juta Ton</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/sokong-kemandirian-pangan-presiden-prabowo-mensesneg-ungkap-cadangan-beras-nasional-sukses-tembus-53-juta-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 02:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Cadangan Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Kemandirian Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mensesneg]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=11102</guid>

					<description><![CDATA[JN-Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mengakselerasi program Kemandirian Pangan Nasional menunjukkan progres yang sangat signifikan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengungkapkan bahwa saat ini ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang sangat aman dan tangguh, ditandai dengan volume cadangan beras nasional yang berhasil menembus angka 5,3 juta ton. Mensesneg menjelaskan, capaian angka cadangan beras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mengakselerasi program Kemandirian Pangan Nasional menunjukkan progres yang sangat signifikan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengungkapkan bahwa saat ini ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang sangat aman dan tangguh, ditandai dengan volume cadangan beras nasional yang berhasil menembus angka 5,3 juta ton.</p>
<p data-path-to-node="7">Mensesneg menjelaskan, capaian angka cadangan beras yang melimpah ini merupakan buah dari instruksi langsung Presiden Prabowo untuk memperkuat hulu sektor agraris. Langkah-langkah taktis mulai dari optimalisasi lahan, pendistribusian alat mesin pertanian (alsintan) secara masif, hingga penyerapan hasil panen raya lokal secara maksimal melalui Bulog dan Koperasi Desa terbukti efektif mengamankan stok pangan dalam negeri.</p>
<p data-path-to-node="8">Tingginya cadangan beras nasional ini menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global, seperti anomali cuaca ekstrem hingga fluktuasi harga pangan dunia. Dengan ketersediaan stok yang melimpah, pemerintah menjamin stabilitas harga beras di pasaran akan tetap terjaga, sekaligus meminimalisir ketergantungan terhadap kebijakan impor.</p>
<p data-path-to-node="9">Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi kedaulatan sebuah bangsa. Melalui capaian 5,3 juta ton beras ini, pemerintah optimistis peta jalan (<i data-path-to-node="9" data-index-in-node="179">roadmap</i>) menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dapat terealisasi lebih cepat, sekaligus memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani lokal di seluruh tanah air.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Pastikan Cadangan Beras Aman, Tekan Inflasi Pangan Jelang Idulfitri 1447 H</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/pemerintah-pastikan-cadangan-beras-aman-tekan-inflasi-pangan-jelang-idulfitri-1447-h/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 16:32:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Stabilitas Harga]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Beras Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=9134</guid>

					<description><![CDATA[JN-Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang sangat kuat menjelang periode hari raya tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Bulog dan kementerian terkait, stok beras nasional saat ini mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah, yang merupakan hasil dari optimalisasi produksi domestik dan manajemen cadangan pangan yang disiplin. Presiden menegaskan bahwa ketersediaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang sangat kuat menjelang periode hari raya tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Bulog dan kementerian terkait, stok beras nasional saat ini mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah, yang merupakan hasil dari optimalisasi produksi domestik dan manajemen cadangan pangan yang disiplin.</p>
<p data-path-to-node="7">Presiden menegaskan bahwa ketersediaan beras yang melimpah ini harus diikuti dengan distribusi yang lancar ke seluruh pelosok negeri. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas harga di tingkat pasar dan memastikan masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global.</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Kita patut bersyukur, stok beras kita berada di angka tertinggi yang pernah dicatat negara ini. Ini adalah bukti bahwa kebijakan penguatan petani dan infrastruktur pangan kita mulai membuahkan hasil nyata. Rakyat tidak perlu khawatir, stok kita cukup dan aman,&#8221; tegas Presiden dalam kunjungan kerjanya ke gudang penyimpanan pangan nasional.</p>
<p data-path-to-node="9">Pemerintah juga berencana untuk terus memperkuat digitalisasi pemantauan stok di tiap daerah guna mencegah terjadinya penimbunan atau kelangkaan semu. Dengan cadangan yang kuat, Indonesia kini memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pangan dunia dan terus bergerak menuju target swasembada pangan berkelanjutan.(Yonex)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
