<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bi rate &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/bi-rate/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Sep 2026 09:21:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>bi rate &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ekonom: BI Tahan Bunga 5,75 Persen, Insentif Hedging Rupiah Diperkuat</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/ekonom-bi-tahan-bunga-575-persen-insentif-hedging-rupiah-diperkuat/</link>
					<comments>https://www.jejak-news.com/ekonom-bi-tahan-bunga-575-persen-insentif-hedging-rupiah-diperkuat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 09:21:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bi rate]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Makro]]></category>
		<category><![CDATA[hedging]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Moneter]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[suku bunga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=14892</guid>

					<description><![CDATA[JEJAK-NEWS.COM-Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level 5,75 persen. Langkah ini diambil sebagai bagian dari konsistensi bauran kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan inflasi di tengah dinamika ketidakpastian global yang masih tinggi. Para ekonom menilai keputusan tersebut sudah tepat karena bank sentral tidak lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JEJAK-NEWS.COM-<span class="citation-18">Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau </span><i data-path-to-node="6" data-index-in-node="92"><span class="citation-18">BI-Rate</span></i><span class="citation-18 citation-end-18"> pada level 5,75 persen.</span> <span class="citation-17 citation-end-17">Langkah ini diambil sebagai bagian dari konsistensi bauran kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan inflasi di tengah dinamika ketidakpastian global yang masih tinggi.</span></p>
<p data-path-to-node="7">Para ekonom menilai keputusan tersebut sudah tepat karena bank sentral tidak lagi hanya mengandalkan instrumen suku bunga semata sebagai garis pertahanan utama. Dalam Rapat Dewan Gubernur terbaru, BI turut memperkuat instrumen pendukung melalui pelonggaran dan perluasan insentif lindung nilai (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="295">hedging</i>), termasuk transaksi <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="324">swap</i> valuta asing dan <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="346">Domestic Non-Deliverable Forward</i> (DNDF).</p>
<blockquote data-path-to-node="8">
<p id="p-rc_af3e2bee03bb72ee-25" data-path-to-node="8,0"><span class="citation-16 citation-end-16">&#8220;Keputusan hari ini memperlihatkan evolusi yang sehat dalam bauran kebijakan BI. Suku bunga acuan bukan satu-satunya garis pertahanan rupiah; kita mulai menggunakan instrumen yang berbeda untuk risiko yang berbeda,&#8221; ujar salah seorang pengamat ekonomi menanggapi kebijakan tersebut.</span></p>
</blockquote>
<p id="p-rc_af3e2bee03bb72ee-26" data-path-to-node="9"><span class="citation-15">Melalui penguatan insentif </span><i data-path-to-node="9" data-index-in-node="27"><span class="citation-15">hedging</span></i><span class="citation-15 citation-end-15"> ini, investor asing maupun pelaku usaha di dalam negeri didorong untuk memanfaatkan instrumen lindung nilai dengan biaya yang lebih kompetitif.</span> Skema insentif dirancang progresif—semakin panjang tenor penempatan dana yang dilindungi, semakin besar pula keringanan atau keuntungan yang diperoleh. Kebijakan ini diharapkan mampu menarik aliran modal asing masuk kembali ke pasar domestik sekaligus menjaga pasokan dolar AS tetap aman di tengah tren global <i data-path-to-node="9" data-index-in-node="489">higher for longer</i>.</p>
<p data-path-to-node="10">Ke depan, otoritas moneter akan terus memantau pergerakan indikator makroekonomi global dan domestik, serta mengoptimalkan seluruh instrumen bauran kebijakan demi memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah berbagai tekanan eksternal.(Yusuf)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jejak-news.com/ekonom-bi-tahan-bunga-575-persen-insentif-hedging-rupiah-diperkuat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
