<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banir Tangerang &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/banir-tangerang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Mar 2026 05:39:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Banir Tangerang &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>TRAGEDI PERIUK, MONUMEN KEGAGALAN KEBIJAKAN DAN PAMERAN KEMANUSIAAN YANG PALSU</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/tragedi-periuk-monumen-kegagalan-kebijakan-dan-pameran-kemanusiaan-yang-palsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 04:47:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Armand FLI]]></category>
		<category><![CDATA[audit kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Banir Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[etika publik]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lembaga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[krisis lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[periuk damai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=9082</guid>

					<description><![CDATA[KOTA TANGERANG, Jejak News – Di tengah gegap gempita narasi &#8220;Indonesia Emas&#8221;, genangan air di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, hari ini (Rabu, 11/03/2026) hadir sebagai monumen kegagalan peradaban kebijakan kita. Ketua Umum Forum Lembaga Indonesia (FLI), Armand, menegaskan bahwa air setinggi 3,5 meter yang merendam ribuan rumah bukan sekadar fenomena alam atau anomali hidrologi, melainkan bukti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBRAA" data-complete="true" data-processed="true"><strong class="Yjhzub" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true">KOTA TANGERANG, Jejak News</strong> – Di tengah gegap gempita narasi &#8220;Indonesia Emas&#8221;, genangan air di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, hari ini (Rabu, 11/03/2026) hadir sebagai monumen kegagalan peradaban kebijakan kita. Ketua Umum Forum Lembaga Indonesia (FLI), Armand, menegaskan bahwa air setinggi 3,5 meter yang merendam ribuan rumah bukan sekadar fenomena alam atau anomali hidrologi, melainkan bukti visual dari sebuah kejahatan ekologis yang dipelihara oleh kekuasaan yang tuna-etika.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBhAA" data-complete="true" data-processed="true">&#8220;Ribuan warga yang kini berdesakan di pengungsian dengan ancaman penyakit bukanlah korban takdir. Mereka adalah korban dari kegagalan mitigasi yang kronis. Pemerintah terus-menerus mengoperasikan pompa sebagai solusi teknokratis yang dangkal, sementara mereka gagal menyentuh akar masalah,yakni  manipulasi ruang dan izin pembangunan yang ugal-ugalan,&#8221; tegas Armand dalam keterangan resminya.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true">
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-9088" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-300x125.png" alt="" width="747" height="311" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-300x125.png 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-1024x426.png 1024w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-768x320.png 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image-1536x639.png 1536w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/image.png 1366w" sizes="(max-width: 747px) 100vw, 747px" /></p>
<p><em>Ratusan warga Periuk Damai Kehilangan sementara rumah tinggal mereka, impian harapan jelang hari raya tak lagi dirasakan</em><br data-sfc-pl="|[]" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true" />FLI mendesak dilakukannya audit kebijakan secara total terhadap para pengembang di wilayah Periuk. Armand mempertanyakan mengapa izin perumahan tetap diberikan di atas lahan yang secara alami merupakan &#8220;rahim air&#8221; tanpa kompensasi ekologis yang setara. Menurutnya, kejahatan ekologis berakar pada kebijakan yang manipulatif, di mana izin diterbitkan di bawah meja dengan mengabaikan hak-hak alam. Membiarkan rakyat tenggelam dalam rumah mereka sendiri adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap kontrak sosial antara negara dan warga.</p>
</div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-processed="true">Armand juga menyoroti fenomena pejabat yang turun ke lapangan hanya untuk melakukan &#8220;pameran kemanusiaan yang palsu&#8221; demi konten kamera. &#8220;Sangat menjijikkan melihat aksi teatrikal memanggul bantuan jika tidak dibarengi dengan keberanian untuk mundur dari jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban etis. Pejabat yang gagal mengantisipasi bencana tahunan ini seharusnya memiliki rasa malu intelektual,&#8221; tambahnya.</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICBAA" data-complete="true" data-processed="true">
<figure id="attachment_9089" aria-describedby="caption-attachment-9089" style="width: 613px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-9089" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-300x225.jpeg" alt="" width="613" height="460" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-300x225.jpeg 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53.jpeg 1024w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-768x576.jpeg 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-11.03.53-1536x1152.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 613px) 100vw, 613px" /><figcaption id="caption-attachment-9089" class="wp-caption-text">Pintu masuk periuk Damai kini menjadi pembatas dataran kering dan basah</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 16px;">FLI secara resmi mendesak sejumlah pejabat terkait di tingkat Kota maupun Kabupaten maupun  Provinsi hingga kementerian untuk segera meletakkan jabatan. Banjir Periuk adalah bukti bahwa pemerintah tidak memahami etika publik dalam mengantisipasi bencana. Mereka hanya sibuk menangani akibat, namun takut menghadapi sebab, karena sebabnya adalah kebijakan mereka sendiri yang korup secara ekologis.</span></p>
</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true">&#8220;Hujan itu kiriman Tuhan, tapi banjir itu kiriman kebijakan yang dungu. Jangan pamer kemanusiaan jika akal sehat Anda masih tergenang kepentingan korporasi. Berhentilah memompa air, mulailah memompa logika kebijakan Anda yang bocor&#8221;,Tutupnya(Ryan Mihardja/ARM)</div>
<div data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEICRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIDRAA" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Fsg96" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-complete="true" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-sfc-cb="" data-hveid="CAEIEBAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container"></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
