<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alex Iskandar &#8211; Jejak News</title>
	<atom:link href="https://www.jejak-news.com/tag/alex-iskandar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<description>No Viral No Justice</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Nov 2025 06:23:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-1-150x150.png</url>
	<title>Alex Iskandar &#8211; Jejak News</title>
	<link>https://www.jejak-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Analisis Hukum dan Kriminologi: Kematian Alex Tak Hentikan Kasus Alvaro, Saksi Kunci &#8216;G&#8217; Jadi Target Selanjutnya</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/analisis-hukum-dan-kriminologi-kematian-alex-tak-hentikan-kasus-alvaro-saksi-kunci-g-jadi-target-selanjutnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 06:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Alvaro]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Krimnolog]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Jakksel]]></category>
		<category><![CDATA[PPA]]></category>
		<category><![CDATA[Saksi Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[Sejahtera 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=6365</guid>

					<description><![CDATA[JejakNews, Jakarta-Meskipun tersangka utama, Alex Iskandar (49), telah meninggal dunia secara misterius di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, kasus pembunuhan tragis Alvaro Kiano Nugroho (6) dipastikan terus berlanjut. Berbagai pihak, mulai dari institusi kepolisian hingga praktisi hukum dan kriminolog yang tampil di berbagai acara televisi dan podcast, menegaskan prinsip hukum bahwa meninggalnya tersangka hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JejakNews, Jakarta-Meskipun tersangka utama, Alex Iskandar (49), telah meninggal dunia secara misterius di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, kasus pembunuhan tragis Alvaro Kiano Nugroho (6) dipastikan terus berlanjut. Berbagai pihak, mulai dari institusi kepolisian hingga praktisi hukum dan kriminolog yang tampil di berbagai acara televisi dan podcast, menegaskan prinsip hukum bahwa meninggalnya tersangka hanya menggugurkan tuntutan pidana terhadap dirinya, bukan menghentikan seluruh proses penyidikan kasusnya secara total.</p>
<p>Kelanjutan kasus ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengungkap fakta kejahatan secara menyeluruh, memastikan ada atau tidaknya pelaku lain yang terlibat, serta memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban. Penyelidikan kini berfokus pada peran serta pihak lain dalam tindak pidana, terutama dalam membantu menghilangkan jejak kejahatan.</p>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIBhAA" data-processed="true">Sejumlah tokoh dan ahli telah memberikan tanggapan di berbagai media, yang menayangkan pernyataan resmi dan analisis ahli, diantaranya</div>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="">1.Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly  Secara resmi menegaskan dalam konferensi pers yang diliput berbagai media </span></p>
<figure id="attachment_6366" aria-describedby="caption-attachment-6366" style="width: 572px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-6366" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCF-300x184.jpeg" alt="Keterangan resmi" width="572" height="351" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCF-300x184.jpeg 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCF-768x471.jpeg 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCF.jpeg 770w" sizes="(max-width: 572px) 100vw, 572px" /><figcaption id="caption-attachment-6366" class="wp-caption-text"><em>Keterangan pers terkait perkembangan kasus Alvaro</em></figcaption></figure>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="">Bahwa penyidikan kasus pokok pembunuhan Alvaro tetap berjalan. &#8220;Penyidikan tetap berjalan di Polres Metro Jakarta Selatan, dengan PPA sebagai penanggung jawab utama,&#8221; ujarnya.</span></p>
<figure id="attachment_6367" aria-describedby="caption-attachment-6367" style="width: 599px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-6367" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNPM-300x200.jpeg" alt="Puan Maharani angkat bicara" width="599" height="399" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNPM-300x200.jpeg 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNPM-1024x683.jpeg 1024w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNPM-768x512.jpeg 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNPM.jpeg 1170w" sizes="(max-width: 599px) 100vw, 599px" /><figcaption id="caption-attachment-6367" class="wp-caption-text">Konferensi pers usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).</figcaption></figure>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="">2.Ketua DPR RI, Puan Maharani :</span>“Kami sangat prihatin dan turut berbelasungkawa. Tentu saja, ini sudah merupakan situasi darurat yang memang harus ditanggapi secara saksama,” ujar Puan saat konferensi pers usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada , Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Puan menegaskan kasus tersebut tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga memastikan DPR akan mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti hal tersebut. <span class="T286Pc" data-sfc-cp="">Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, menyebutnya sebagai &#8220;situasi darurat&#8221; dan tanggung jawab negara.</span></p>
<figure id="attachment_6368" aria-describedby="caption-attachment-6368" style="width: 625px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-6368" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JN-UI-203x300.jpeg" alt="" width="625" height="923" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JN-UI-203x300.jpeg 203w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JN-UI.jpeg 457w" sizes="(max-width: 625px) 100vw, 625px" /><figcaption id="caption-attachment-6368" class="wp-caption-text"><em>Harus tetap berlanjut-Kriminolog UI Adrianus Meliala mempertanyakan polisi, kemana arahnya penyelidikan setelah tersangka tewas, FT Istimewa</em></figcaption></figure>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="">3.Adrianus Meliala, Kriminolog dari Universitas Indonesia (IU) &#8220;Pentingnya kelanjutan kasus pasca kematian tersangka untuk mengungkap motif dan jaringan kejahatan yang lebih luas,&#8221;.terangnya</span></p>
<figure id="attachment_6369" aria-describedby="caption-attachment-6369" style="width: 613px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-6369" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCA-256x300.jpeg" alt="" width="613" height="718" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCA-256x300.jpeg 256w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/JNCA.jpeg 577w" sizes="(max-width: 613px) 100vw, 613px" /><figcaption id="caption-attachment-6369" class="wp-caption-text">Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta Cornelia Agatha</figcaption></figure>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="">Sementara itu, Komnas Perlindungan Anak,Cornelia Agatha, menyoroti tingginya kasus kekerasan anak dan pentingnya kepekaan masyarakat.</span></p>
<div data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIEBAA" data-processed="true"><strong class="Yjhzub">Mengapa Kematian Alex Dianggap Misterius?</strong></div>
<div data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIEBAA" data-processed="true"></div>
<div data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIEBAA" data-processed="true">
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIEhAA" data-processed="true">Kematian Alex Iskandar di ruang konseling polres menjadi sorotan karena terjadi dalam pengawasan aparat. Propam Polres Jaksel kini tengah mengusut dugaan kelalaian dua personel yang bertugas menjaga tersangka. Pihak keluarga korban juga merasa janggal dengan cara Alex meninggal sebelum memberikan keterangan lengkap di persidangan. Kini yang ada baru jejak <span class="T286Pc" data-sfc-cp="">Saksi Kunci (Inisial G) yang merupakan fokus utama penyelidikan selanjutnya, diduga mengetahui detail pembuangan jasad.</span></div>
</div>
<div data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIEhAA" data-processed="true">
<div class="AdPoic" role="heading" aria-level="3" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" data-processed="true"></div>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIFBAA" data-processed="true">Saat ini, Penyidik masih  memfokuskan pemeriksaan mendalam terhadap saksi kunci berinisial G, rekan Alex yang disebut-sebut membantu mengangkat jasad korban yang terbungkus dalam kantong plastik hitam. Polisi juga akan melakukan gelar perkara lanjutan dan mengidentifikasi temuan lima bagian kerangka baru di TKP Bogor untuk melengkapi berkas penyidikan. Tujuannya adalah untuk menjerat pihak-pihak lain yang turut serta atau membantu kejahatan tersebut, menggunakan pasal yang sesuai, dan membawa kasus ini ke meja hijau.( ARM/Tyas/Abdul)</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Pembunuhan Alvaro Kiano Terus Berlanjut, Polisi Buru Keterlibatan Pihak Lain Pasca Kematian Pelaku Alex Iskandar</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/kasus-pembunuhan-alvaro-kiano-terus-berlanjut-polisi-buru-keterlibatan-pihak-lain-pasca-kematian-pelaku-alex-iskandar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 15:26:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Arumi]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Alvaro]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Berlanjut]]></category>
		<category><![CDATA[Saksi Kunci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=6356</guid>

					<description><![CDATA[JN-Kasus kematian tragis Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang jasadnya ditemukan setelah hilang delapan bulan, memasuki babak baru yang kompleks. Meskipun pelaku utama, ayah tiri korban Alex Iskandar (AI), ditemukan tewas akibat bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, pihak kepolisian memastikan penyidikan tidak berhenti. Fokus penyelidikan kini beralih pada kemungkinan adanya pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JN-Kasus kematian tragis Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang jasadnya ditemukan setelah hilang delapan bulan, memasuki babak baru yang kompleks. Meskipun pelaku utama, ayah tiri korban Alex Iskandar (AI), ditemukan tewas akibat bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, pihak kepolisian memastikan penyidikan tidak berhenti. Fokus penyelidikan kini beralih pada kemungkinan adanya pelaku lain, termasuk mendalami peran saksi kunci berinisial G.</p>
<p>Penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Alvaro Kiano Nugroho tetap dilanjutkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan. Hal ini menyusul tewasnya tersangka Alex Iskandar (49) di ruang konseling Mapolres Jaksel pada Senin (24/11/2025). Kematian Alex menimbulkan tanda tanya dan kekecewaan dari pihak keluarga korban, yang berharap pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.</p>
<p>&#8221; Ya Gak terima aja ko setelah begini malah gantung diri, dulu memang pernah di tahun 2024 dia ngancem kalo gak mau balikan gua culik nih anak luh, saya kira cuma bercandaan, gak tau bakalnya begini,&#8221; ungkap Arum ibunda almarhum kepada awak media beberapa waktu di kediaman orangtuanya di Pesanggarahan Jaksel.</p>
<p>Lebih lanjut Arum menceritakan, dirinya menikah dengan almarhum Alex di tahun 2023 bulan Desember namun akhirnya berpisah karena menurutnya mantan suaminya tersebut tak bisa menyayangi anaknya. Arumipun bercerita saat diperoleh info kehilangan Alvaro pada tanggal 6 maret 2025, dia menelepon Alex membantu mencarinya dan kalau sudah ditemukan alvaro dirinya akan balikan (kembali-rd) pada Alex. Dan setiap kemenapun pencarian Alvaro alex selalu ikut.</p>
<p>Hal inilah yang membuat Arumi kesal marah bercampur perasaan, menurutnya perbuatan dan perlakuan adalam mencari Avaro seperti meledek. &#8220;Kemanapun pencarian Alvaro, Alex selalu ikut membantu mencari, itukan sama aja meledek,&#8221;kata Arumi kesal.</p>
<p>Ia berharap proses hukum tetap berjalan dan motif sebenarnya terungkap secara tuntas, meskipun pelaku utama sudah tiada.</p>
<p>Hingga saat ini, Propam Polres Metro Jakarta Selatan tengah mengusut kematian tersangka Alex Iskandar di ruang konseling. Dua personel yang bertugas menjaga tersangka telah diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kelalaian.</p>
<p>Selain <span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-processed="true">Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly (Kapolres Metro Jakarta Selatan-red) menegaskan bahwa kasus pokok pembunuhan tetap berjalan dan polisi akan mendalami keterlibatan pihak lain, pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi kunci berinisial G yang merupakan rekan kerja Alex. Hal senada juga dinayatakan Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan keprihatinannya dan menyebut kasus ini sebagai &#8220;situasi darurat&#8221; yang memerlukan penanganan serius dari institusi terkait.</span></p>
<p>Meskipun pelaku utama meninggal, kasus ini tidak dihentikan karena penyidikan pidana terkait kematian Alvaro tetap harus tuntas untuk mengungkap seluruh fakta dan kemungkinan adanya pelaku lain. Menurut pandangan hukum, meninggalnya tersangka utama hanya akan menghentikan penuntutan terhadap dirinya, namun proses hukum pidana secara umum tetap berjalan untuk mencari keadilan bagi korban dan keluarga.</p>
<p>Terkini, Penyidik telah melakukan olah TKP lanjutan di Bogor, menemukan serpihan tulang rahang dan lima bagian kerangka lain yang dibawa ke RS Polri untuk identifikasi. Fokus utama saat ini adalah pemeriksaan intensif terhadap saksi kunci G, yang diduga mengetahui detail pembuangan jasad korban dan sempat diminta bantuan oleh Alex untuk mengangkat kantong plastik hitam berisi jasad Alvaro. Polisi juga membuka peluang untuk memeriksa adik pelaku inisial RN yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan jasad untuk mendalami keterlibatan pihak lain. (Ananta Fathur/Tyas Yuli/Abdul Sanusi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Dendam Asmara Berakhir Kematian Ananda Alvaro dan Ayah Tirinya Alex Iskandar</title>
		<link>https://www.jejak-news.com/perjalanan-dendam-asmara-berakhir-kematian-ananda-alvaro-dan-ayah-tirinya-alex-iskandar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 09:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Ananda Alvaro]]></category>
		<category><![CDATA[Dendam asmara]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Pesanggrahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jejak-news.com/?p=6262</guid>

					<description><![CDATA[JN-Kepolisian Metro Jakarta Selatan mengadakan konferensi pers pada 24 November 2025, yang dihadiri oleh Kapolres Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly, Kabid Humas Polda Kombes Polisi Budi Hermanto, dan Kasat Reskrim AKBP Ardian Satrio Utomo, untuk mengumumkan bahwa kerangka yang ditemukan adalah Alvaro Kiano Nugroho, yang dibunuh oleh ayah tirinya berinisial AI karena dendam. Pelaku AI sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true" data-processed="true">JN-Kepolisian Metro Jakarta Selatan mengadakan konferensi pers pada 24 November 2025, yang dihadiri oleh Kapolres Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly, Kabid Humas Polda Kombes Polisi Budi Hermanto, dan Kasat Reskrim AKBP Ardian Satrio Utomo, untuk mengumumkan bahwa kerangka yang ditemukan adalah Alvaro Kiano Nugroho, yang dibunuh oleh ayah tirinya berinisial AI karena dendam</span>.</p>
<figure id="attachment_6272" aria-describedby="caption-attachment-6272" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6272" src="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251125-WA0045-300x154.jpg" alt="Press conferce, ditemukannya jasad Alvaro dan kronologis mulai dari penangkapan hingga meninggal, pada Senin malam(24/11/25)di Mapolresta Jaksel" width="300" height="154" srcset="https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251125-WA0045-300x154.jpg 300w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251125-WA0045-1024x527.jpg 1024w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251125-WA0045-768x395.jpg 768w, https://www.jejak-news.com/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251125-WA0045.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-6272" class="wp-caption-text">Konferensi pers, penemuan jasad Alvaro dan informasi terkait kasus Alvaro</figcaption></figure>
<p>Pelaku AI sempat berupaya mengelabui polisi sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan.</p>
<div class="Y3BBE" data-sfc-cp="" data-hveid="CAEIBxAA" data-complete="true" data-processed="true">Dalam konferensi pers tersebut, <span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Polisi mengonfirmasi bahwa kerangka yang ditemukan di Tenjo, Bogor, adalah Alvaro Kiano Nugroho (AKN). Pelakunya adalah ayah tiri korban sendiri, Alex Iskandar (AI).</span></div>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true"><strong class="Yjhzub" data-complete="true">Kronologi Penculikan dan Pembunuhan:</strong></span></p>
<ul>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">AI membawa kabur Alvaro dari sebuah masjid di Bintaro pada 6 Maret 2025.</span></li>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Saat diculik, Alvaro menangis histeris. AI kemudian membekap korban hingga tewas.</span></li>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Jenazah Alvaro disimpan di garasi mobil pelaku selama tiga hari.</span></li>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Pada malam 9 Maret 2025, AI membuang jenazah (yang sudah menjadi kerangka saat ditemukan) di bawah jembatan di kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor.</span></li>
</ul>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true"> </span></p>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Motif utama Pelaku AI melakukan perbuatan keji tersebut adalah dendam terhadap ibu Alvaro (istrinya) karena dugaan perselingkuhan atau adanya pria idaman lain. Kepolisian mengkonfirmasi adanya upaya mengelabui, yakni p</span><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">elaku sempat datang ke Polsek Pesanggrahan untuk membuat laporan palsu dan berusaha mengelabui polisi seolah-olah ia juga mencari Alvaro. Jejak digital (chat Whats app) pelaku menunjukkan upayanya untuk mencari cara membalas dendam dan mengelabui pihak berwenang.</span></p>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true"><strong class="Yjhzub" data-complete="true">Penangkapan dan Kematian Pelaku:</strong></span></p>
<ul>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">AI ditangkap pada jumat malam, 21 November 2025.</span></li>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Pelaku ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 23 November 2025, dini hari, di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan.</span></li>
<li><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Polisi memastikan AI meninggal akibat <strong class="Yjhzub" data-complete="true">bunuh diri</strong> (gantung diri) dan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari pihak lain. Lokasinya bukan di sel tahanan, melainkan di ruang konseling.</span></li>
</ul>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true"><strong class="Yjhzub" data-complete="true">Hasil Laboratorium (Autopsi dan DNA):</strong> </span></p>
<p><span class="T286Pc" data-sfc-cp="" data-complete="true">Polisi telah melakukan autopsi dan tes DNA di RS Polri Kramat Jati untuk memastikan identitas kerangka tersebut. Hasil forensik juga memastikan Alvaro tewas tidak dimutilasi.</span></p>
<p><strong>Sisi Baik Kehidupan Alex Iskandar di Tempat tinggalnya</strong></p>
<p>Dibalik sisi kelam pelaku penculikan yang beujung kematian,  yakni Alex Iskandar nyata juga ada sisi kehidupan baiknya baik ketika kasus ini belum menyeruak.</p>
<p>Alex, Om Alex atau Koh Alex yang bertempat tinggal di Jalan Sejahtera 2 Blok A3  Perumahan Periuk Damai Kelurahan Periuk Kecamatan Periuk Kota Tangerang tak begitu banyak menarik perhatian masyarakat setempat, Sesekali sanak family nya bertandang kekediamannya yang terlihat sekali adalah saat menjelang pergantian Tahun barum banyak pihak saudaranya mulai dari Adiknya, Kakaknya, Iparnya dan  Anaknya sebatas bakar ayam atau makan bersama saudaranya di kediamannya. Kepada para tetangganya Alex tak pernah merugikan bahkan tak pernah menceritakan sifat kedermawanannya sebaliknya dari mulut kemulut tetangganya, Alex beberapa kali meminjamkan uang kepada tetangganya bila ada yang memelukan untuk keperluan mendadak namun dirinya tak pernah menawarkan pinjaman bila tidak ada yang memerlukan jasanya, walaupun jumlah yang diterima peminjamnya tak sebulat nilai yang Ia pinjamkan, seperyi meminjam 6juta hanya menerima 5,8 juta sedangkan pada pembayarannya tetap 6 juta rupiah.</p>
<p>Kepada masyarakat sekitarnya yang dikenalnya  Ia dikenal baik, Almarhum hampir tidak pernah membicarakan hal hal yang pribadi namun lebih kepada pekerjaan, aktifitas kesehariannya memang tampak sebagai pekerja keras., kirimian barang barang dari paket pengantar selalu saja berdatangan tiap harinya, tak heran setiap teriakan teriakan PAKET!! hanya dikediamannya yang sering terdengar bahkan rutin tiap harinya.</p>
<p>Halaman depannya yang banyak ditumbuhi rumput liat dan tak tertata rapi bukan tanpa alasan, kepada beberapa tetangganya yang dianggap bauk beberapa kali dirinya kesal karena halaman depannya sering kerap digunakan sebagai lahan parkir bank keliling alias renternir.</p>
<p>&#8221; Kesal pak tiap hari di jadiin tempat parkir bank keliling kadang sampe 5 motor jadi hancur pak kalo saya tanam pohon makannya saya biarkan saja, sebenarnya kalo saya gak rapihin keganggu juga saya tapi mau gimana,&#8221; ujarnya semasa hidup.</p>
<p>Aktifitas yang tampak lainnya, bila Ia sendiri dirumah, setiap paginya ia keluar rumah membuang sampah dengan kantong plastik. setelah itu Ia sarapan pagi, dan selalu berganti kadang Bubur ayam, Mampir ke Warteg atau nasi Uduk, setelah itu dirinya mampir kepasar kecil tradisional membeli sayur mayur. Sedangkan untuk lauk pauknya ia beli keluar seminggu sekali si supermaket terdekat mengendarai mobilnya.</p>
<p>Tiap pagi hari menjelang siang dirinya mengantarkan paket</p>
<p>Figur Alex bagi yang mengenalnya, Ia tidak pernah lagi mau berteman baik bila sudah dikecewakannya, Sosoknya yang lebih berhati hati tentu tidak terlepas dari kisah asmaranya yang terdahulu, dirinya sempat menikah dan mempunyai 3 anak namun  terjadi perpisahan, di bulan dsember 2025 dirinya menikah Agustian atau yang dikenal Arum atau ibunda dari almarhum Ananda Alvaro dan terjadi lagi perpisahan. Kini dirinya telah tiada, dirinya disangkakan kasus penculikan hingga berakhir kematian, dirinyapun diakhirinya seakan menggambarkan kesedihan kedua kalinya yang terparah dalam hidupnya yakni berpisah dengan istri pertamanya lalu yang kedua berpisah dengan istri yang keduanya.</p>
<p>Kisah asmara bisa berakhir suka ataupun duka, dendam akibat penghianatan kisah asmara menjadi penyebab atas apa yang terjadi, selamat jalan Ananda alvaro Kiano Nugraha, selamat jalan Alex Iskandar.(Nurfadin/Faisal)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
