JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan dan pengelolaan Sekolah Unggul Garuda. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah untuk menciptakan standarisasi pendidikan berkualitas tinggi yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global, terutama di bidang sains, teknologi, dan kepemimpinan.
Sekolah Unggul Garuda dirancang sebagai institusi pendidikan model yang akan tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Fokus utama dari sekolah ini adalah integrasi kurikulum nasional dengan standar internasional, guna memastikan siswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk sektor semikonduktor dan kedirgantaraan yang baru saja dikerjasamakan dengan Amerika Serikat.
“Melalui Perpres ini, kita ingin memastikan bahwa anak-anak bangsa dari berbagai latar belakang memiliki akses ke pendidikan terbaik. Sekolah Unggul Garuda akan menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin masa depan,” ujar juru bicara pemerintah dalam keterangan resminya.
-
Fokus Kurikulum STEM: Penekanan kuat pada Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta penguasaan bahasa asing.
-
Fasilitas Modern: Standarisasi infrastruktur sekolah yang mencakup laboratorium riset tingkat lanjut dan pusat inovasi digital.
-
Beasiswa Penuh: Pemerintah menyediakan skema beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menjamin inklusivitas.
-
Kolaborasi Industri: Sekolah diberikan mandat untuk bekerja sama dengan perusahaan global dan nasional dalam hal pemagangan dan penyerapan tenaga kerja.
-
Kualitas Pengajar: Rekrutmen tenaga pendidik melibatkan praktisi dan akademisi terbaik dengan sistem tunjangan kinerja khusus.
Penerbitan Perpres ini dinilai sangat tepat waktu, mengingat Indonesia baru saja menyepakati Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat. Dengan adanya tarif nol persen untuk produk teknologi tinggi seperti semikonduktor, Indonesia membutuhkan pasokan tenaga kerja ahli yang dihasilkan oleh institusi pendidikan seperti Sekolah Unggul Garuda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya sempat menyinggung bahwa pendidikan adalah fondasi dari “New Golden Age” yang dicita-citakan. Sekolah Unggul Garuda diharapkan menjadi mesin penggerak yang menyediakan ahli-ahli teknis untuk mengelola industri manufaktur dan teknologi yang akan berkembang pesat pasca-kesepakatan dagang tersebut.
Tahap pertama pembangunan dan pengembangan Sekolah Unggul Garuda akan diprioritaskan di kawasan-kawasan industri strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru, sebelum nantinya direplikasi ke seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah menargetkan sekolah-sekolah ini sudah dapat mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ajaran mendatang.(IMH)







